Polres Metro Bekasi Ungkap Motif Penganiayaan Tukang Kelapa di Cikarang

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra
Cinta segitiga – Setelah istrinya diselingkuhi, tukang kelapa berinisial AD di Cikarang dibunuh. Pelakunya  berinisial MR. “Motif pembunuhan ini adalah perencanaan. Tersangka mengaku jika berselingkuh dengan istri korban,” kata AKBP Telly Alvin.
menitindonesia, BEKASI – MR, pelaku pembunuhan di Cikarang, setelah diperiksa secara instens oleh polisi, terungkap berdasarkan pengakuan MR, bahwa ia bgerselingkuh dengan istri korban.
Dari pengakuan tersangka itu, Polres Metro Bekasi menyimpulkan, motif pembunuhan terhadap tukang kelapa di Cikarang baru-baru ini, berlatar belakang dendam dan cinta segitiga dalam kehidupan mereka.
“Jadi pelaku sudah merencanakan pembunuhan itu. Korban merupakan tetangga pelaku. Korban dihabisi saat tengah tertidur lelap di rumahnya. Usai membunuh korban, pelaku mengarang cerita bahwa korban bunuh diri untuk mengelabui keluarga korban maupun warga setempat,” ungkap Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Telly Alvin.
Penyidik tengah mendalami kasus pembunuhan berencana ini dengan menggali keterangan tersangka maupun beberapa saksi untuk mengungkap apakah ada keterlibatan pelaku lain dalam pembunuhan tersebut.
“Korban AD berprofesi sebagai tukang kelapa di Klender, Jakarta Timur dan pelaku MR merupakan seorang guru ngaji (ustaz),” kata Telly Alvin.
Sebelumnya, Polres Metropolitan Bekasi membongkar makam korban AD yang dibunuh dengan sadis di Cikarang, Bekasi. Makam itu digali dan polisi menemukan fakta baru.
“Kami laksanakan gali kubur dan autopsi jenasah korban,” kata Kepala Polres Metropolitan Bekasi, Komisaris Besar Hendra Gunawan, saat gelar perkara di Bekasi, Kamis (4/2/2021), kemarin.
Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim forensik RS Polri Kramatjati di TPU Sukatani, polisi memastikan korban meninggal akibat dibunuh menggunakan benda tajam.
“Hasil autopsi membenarkan korban tewas karena ditusuk menggunakan gunting,” katanya.
Di tubuh korban, kata dia, ditemukan luka sobek akibat benda tajam di banyak bagian tubuh dan setelah autopsi selesai jasad korban kembali dikebumikan.
Pelaku turut dihadirkan dalam proses itu dan dia diminta menunjukkan barang bukti aksi kejahatannya seperti gunting dan baju.
Pelaku, MR bin T, terancam dengan pasal pembunuhan berencana dan atau pembunuhan sesuai dengan pasal 340 KUHP subsidair 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana paling lama 20 tahun.
Kasus pembunuhan berencana ini terjadi di Kampung Srengseng Kaliabang, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (2/2/2021), lalu. AD ditemukan tewas dalam kamar mandi dengan kondisi mengenaskan dan awalnya diduga bunuh diri. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini