Demokrat DI Yogyakarta Sarankan Jhonni Allen Mundur, Freeda Mustikasari: Dia Sudah Jadi Duri Dalam Daging di Partai

Sekretaris DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta, Freeda Mustikasari - mendesak agar Majelis Tinggi dan Dewan Kehormatan Partai Demokrat segera memeriksa Jhonni Allen Marbun. (Foto: Ist_Menit)
Desak Jhonni Allen mundur atau dipecat – Rencana KLB yang digagas Jhonni Allen bersama Nazar dan Moeldoko, mendapat kecaman kader Partai Demokrat.  “Jhonni Allen harus diperiksa, jika terbukti dia terlibat, harus mundur atau dipecat. Dia sudah jadi duri dalam daging di partai,” kata Freeda Mustikasari.
menitindonesia, YOGYAKARTA -Konspirasi pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dimotori mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin berkolaborasi sahabat karibnya di Demokrat yang masih aktif, Jhonni Allen Marbun dengan melibatkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko itu, justru makin menguatkan posisi AHY.
Kudeta yang dirancang Jhonni Allen Cs itu, dianggap gagal setelah pimpinan daerah dan pimpinan cabang Partai Demokrat se Indonesia menyatakan sikap untuk tetap loyal dan mendukung AHY sebagai ketua umum.
Sekretaris DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta, Freeda Mustiksari, tos kompak bersama Ketum AHY. (Foto: Ist_Menit)
Sekretaris DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta, Freeda Mustikasari, pun dengan tegas menyatakan bahwa konspirasi yang dibuat Jhonni Allen cs adalah persekongkolan jahat yang tidak bisa lagi ditolerir. Dia meminta agar Majelis Tinggi Partai dan Dewan Kehormatan, segera memanggil Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat itu.
Freeda juga menuturkan, bahwa DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta dan semua jajaran DPC dan kader demokrat di Yogya, tetap solid dan loyal kepada kepemimpinan AHY. Bahkan, kata dia, mendengar adanya keterlibatan Jhonni Allen dan beberapa senior yang tidak aktif, kader di Yogya marah dan meminta agar mereka dipecat dari partai.
“Kami di Yogya tetap solid. Gerakan yang dilakukan oleh Jhonni Allen cs dengan menelepon ketua-ketua DPD mengajak  bertemu di Jakarta untuk menjalankan rencana jahat pengambilalihan kepemimpinan partai sudah menjadi alasan kuat untuk memecatnya,” kata Freeda Mustikasari, di Yogya, Jumat (5/2/2021), malam.
Dikaitkan adanya keterlibatan KSP Moeldoko dengan isu kudeta itu, dia menyarankan agar KSP Moeldoko belajar berpolitik kepada AHY. Semestinya, kata dia, jika Moeldoko mau mengendarai Partai Demokrat untuk menjadi Calon Presiden 2024 mendatang, dia harusnya terlebih dahulu menjadi anggota dan kader partai.
“Bukan ujuk-ujuk keluar masuk warung kopi berdiskusi dengan orang yang tidak tepat dengan merencanakan agenda politik yang jahat,” kata Freeda.
Freeda juga menuturkan, pada zaman SBY Presiden, Jenderal Moeldoko diangkat menjadi KASAD lalu menjadi Panglima TNI. Setiap bertemu SBY, kata dia, Moeldoko selalu mencium tangan SBY. Namun setelah SBY tidak lagi berkuasa, Moeldoko menjaga jarak dan malah merencanakan untuk mengkudeta putranya dari kepemimpinan Partai Demokrat.
“Ini catatan buat Bapak Joko Widodo, di masa akan datang, Pak Jokowi bisa diperlakukan seperti itu, dikhianati. Manis jika berhadapan, balik belakang lain bicara,”ucapnya.
Freeda Mustikasari juga mengatakan, bahwa DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta mendukung langkah Ketum AHY untuk membuka gerakan politik yang ingin mengudeta kepemimpinan Partai Demokrat kepada publik. “Biar publik tahu, kalau masih ada politisi yang jahat di negeri ini,” katanya.
Sebelumnya, Moeldoko membantah, jika pertemuannya dengan sejumlah kader Demokrat untuk merencakan kudeta. “Kami hanya ngopi-ngopi, jangan baperlah,” kata dia. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini