Pantau Proses Vaksinasi, Bupati Maros: ASN Yang Menolak, Tidak Boleh Keluar Dari Maros

Bupati Maros HAS Chaidir Syam didampingi Wakil Bupati Hj Suhartina Bohari meninjau proses vaksinisa tahan II di Discapil Maros. (Foto: Ist_Menit)
menitindonesia, MAROS – Bupati Maros, H Andi Syafril Chaidir Syam meninjau langsung proses pelaksanaan vaksinasi tahap II bagi petugas pelayanan publik, TNI, Polri, aparat penegak hukum, dan ASN, di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Maros, Rabu (3/3/2021).
Chaidir Syam didampingi wakil Bupati Maros, Hj Suhartina Bohari, Sekda Kabupaten Maros Andi Davied Syamsuddin dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Syarifuddin.
Kadis Kesehatan, dr Syarifuddin menjelaskan kepada Chaidir Syam, sebelum dilakukan vaksinasi, para vaksinator terlebih dahulu menjalani proses skrining.
“Dilakukan pemeriksaan awal kesehatan bagi calon penerima vaksin, ini untuk memastikan tubuh penerima vaksin benar-benar sudah siap menerima vaksin,” kata Syarifuddin.
Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, vaksinasi Covid-19 bagi ASN ini sangat penting untuk memutus mata rantai covid-19 di lingkup Pemda.
“Jika ada ASN dan pejabat di lingkup Pemkab Maros yang menolak divaksin Covid-19, maka dia tidak boleh keluar kota atau melaksanakan perjalanan dinas,” kata Chaidir.
Ia menegaskan, bahwa semua ASN yang memenuhi syarat, wajib divaksin karena tugasnya harus banyak melakukan koordinasi, terutama tugas keluar daerah.
“Karena perjabat sering berkoordinasi keluar daerah, maka dia wajib divaksin untuk menghindari terpapar Covid-19,” ucap Chaidir.
Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Hj Suhartina Bohari, menekankan kepada selauruh ASN, meskipun sudah divaksi, tetap harus menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).
“ASN, terutama pejabat, harus memberi contoh kedisiplinan pada protokol kesehatan, tetap gunakan masker, hndari berkerumun dan kurangi aktifitas di luar,” kata Suhartina. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini