Amran Sulaiman Menguat di Bursa Cawapres 2024, Pengamat: Satu-satunya Tokoh Indonesia Timur

Mantan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama Presiden Joko Widodo. (Foto: Ist)
menitindonesia, JAKARTA – Mantan Menteri Pertanian, Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, M.P mencuat dalam pusaran bursa bakal calon wakil presiden 2024. Sejumlah lembaga survei menyebut sosok Andi Amran Sulaiman (AAS) akan menjadi the rising star pada kontestasi Pilpres nanti bersama Anies Baswedan, Gandjar Pranowo, Khofifah dan Ridwan Kamil.
Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, mencuatnya nama AAS yang diduetkan dengan tokoh-tokoh lain dalam Pilpres 2024 tidak mengherankan.
“Figur Andi Amran Sulaiman memang sangat kuat di Indonesia Timur. Setelah JK, dia satu-satunya tokoh dari timur yang melejit,” kata Hendri, di Jakarta, (3/3/2021).
Menurut dia, kekuatan elektoral pada Pilpres 2024 harus mengakomodir figur dari Indonesia Timur, seperti pada Pilpres 2004, SBY-JK mengalahkan Megawati-Hasyim Muzadi dan pada Pilpres 2014, pasangan Jokowi-JK mengalahkan Prabowo-Hatta.
“JK saat itu satu-satunya tokoh Indonesia Timur yang menjadi boster elektoral bagi SBY pada periode pertama ketika menantang petahana (2004), dan Jokowi pada periode awalnya saat head to head dengan Prabowo-Hatta (2014),” ujar Hendri.
Lebih lanjut, Hendri mengatakan, jika ada Capres yang kuat di wilayah Indonesia Barat, Jawa, menggandeng AAS, maka dia memprediksi akan menjadi paket yang kuat pada Pilpres 2024, seperti ketika SBY-JK dan Jokowi-JK memenangkan Pilpres, suara dari Indonesia Timur solid dan menjadi penentu kemenangan.
“AAS kuat di Indonesia Timur maka memang sebaiknya berpasangan dengan tokoh yang juga kuat di wilayah Indonesia Barat,” ucap Hendri.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Suara Nasionalis Indonesia (SNI), Suanto Buang, senada dengan pengamat Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Suanto juga menilai geopolitik, Pulau Jawa – Indonesia Timur pada Pilpres 2024, tidak bisa dinafikan.
Saat ini, Gubernur Jawa Tengah, Gandjar Pranowo, mendulang popularitas dan elektabilitas yang tinggi di Pulau Jawa karena prestasinya sebagai Gubernur dianggap berhasil.
“Kalau Ganjar berpasangan dengan AAS, maka paket ini menjadi paket yang kuat dan mencerminkan geopolitik yang ideal, sama ketika SBY-JK pada Pilpres 2024,,” kata Suanto, dikutip dari keterangannya, Selasa (2/3).
Ia menilai, secara geopolitik, Ganjar-AAS saling melengkapi. Ganjar tokoh dari Jawa dan AAS tokoh dari Indonesia Timur yang sama-sama berprestasi. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini