31 Kasus Campak Ditemukan di Maros, Dinkes Genjot Vaksinasi

Kepala Dinas Pendidikan Maros, dr Yunus saat meluncurkan program SIPAKATAU.
menitindonesia, MAROS – Dinas Kesehatan Kabupaten Maros mencatat sebanyak 31 kasus campak ditemukan sejak Januari 2026. Dari jumlah tersebut, 30 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara satu kasus masih dalam perawatan.
Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus, mengatakan pihaknya terus menggencarkan vaksinasi sebagai langkah pencegahan agar penyebaran tidak meluas.
“Vaksinasi terus kita lakukan secara masif di seluruh fasilitas kesehatan sebagai upaya pencegahan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Yunus mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki balita, agar segera melengkapi imunisasi anak di puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat.
“Kami minta balita yang belum diimunisasi campak segera dibawa ke faskes. Ini penting untuk mencegah penularan,” tegasnya.
Ia mengakui, saat pandemi Covid-19 lalu, cakupan vaksinasi sempat menurun akibat rendahnya partisipasi masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya kembali kasus campak di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:
626 Jemaah Haji Maros Dapat Uang Saku Rp3 Juta, 75 Persen Lansia

“Masih ada anak yang belum mendapatkan imunisasi. Ini yang menjadi salah satu penyebab kasus campak kembali muncul,” jelasnya.
Menurut Yunus, imunisasi menjadi kunci utama dalam membentuk kekebalan tubuh anak terhadap virus campak. Tanpa vaksinasi, risiko penularan akan semakin tinggi.
Secara klinis, campak ditandai dengan munculnya bintik merah pada kulit yang disertai demam selama beberapa hari.
“Gejalanya biasanya ruam merah dan demam sekitar tujuh hari,” katanya.
Dinkes Maros memastikan stok vaksin dalam kondisi aman dan mencukupi, tidak hanya untuk campak tetapi juga vaksin dasar lainnya.
“Vaksin tersedia cukup, termasuk untuk TBC, BCG, dan imunisasi lainnya,” tutup Yunus.