Oknum Pegawai KPK Curi Barang Bukti Emas Batangan, Komisi III DPR RI Supriansa: Ini Tamparan Yang Memalukan

Anggota Komisi III DPR RI Supriansa dan Ketua Dewas KPK RI Tumpak Pangabean. (Foto Ist)
menitindonesia, JAKARTA – Mendengar kabar oknum pegawai Komisi Anti Korupsi (KPK) mencuri barang bukti emas batangan sebanyak 2 Kg, Anggota Komisi III DPR RI dari Farksi Partai Golkar Supriansa, meminta agar peristiwa yang memalukan itu tidak terulang kembali.
Dia mengatakan peristiwa tersebut sangat memprihatinkan dan memalukan. Karena, kata dia, KPK seharusnya menjadi contoh institusi yang memiliki pegawai berintegritas tinggi, bersih dan jauh dari prilaku tercela.
“Semoga perbuatan semacam ini tidak terulang lagi. Kami minta pimpinan KPK segera menyeret pelaku agar diproses secara pidana di kepolisian,” kata Supriansa di Jakarta, Kamis (8/4/2021).
Dia mengaku kaget mendengar kabar adanya pencurian emas yang dilakukan oknum pegawai KPK.
“Jujur saya kaget mendengar kabar pencurian itu di lakukan oleh pegawai KPK. Ke depan KPK harus benar-benar selektif menerima pegawai. Ini tamparan yang memalukan bagi KPK,” ujarnya.
Supriansa meminta perlu ada pengawasan ketat terkait barang bukti yang ada di KPK. Selain itu, dia juga mengapresiasi Badan Pengawas KPK yang telah bertindak tegas terhadap oknum pegawai KPK berinisial IGAS.
“KPK itu lembaga yang bersih, maka harus dijamin tindakan orang-orang di KPK juga harus bersih. Terkait barang bukti di KPK harus dilakukan pengawasan yang ketat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Panggabean mengatakan oknum pegawai KPK yang melakukan perbuatan itu berinisial IGAS dan merupakan anggota satuan tugas di Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi). Direktorat itu berada di bawah Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi di KPK.
“Sekarang IGAS sudah dipecat dan sudah dilaporkan ke Kepolisian Sektor Jakarta Selatan. Penyidik sudah memeriksa dia. Dia melakukan perbuatan itu karena banyak hutangnya. Dia terlibat bisnis forex yang tidak jelas,” pungkas Tumpak. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini