Pengacara Alumni Unhas Yang Dipenjara Dua Tahun Tujuh Bulan Akhirnya Dibebaskan MA

Lawyer Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Lucas. (Foto: Ist)
menitindonesia, JAKARTA – Permohonan peninjauan kembali atas perkara menghalangi penyidikan KPK terhadap Edy Sindoro yang diajukan oleh lawyer alumni Universitas Hasanuddin, Lucas, dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA), pada Kamis (8/4/2021).
MA menilai Lucas tidak terbukti merintangi KPK dalam mengejar Eddy Sindoro.
Kasus bermula saat KPK menangkap panitera PN Jakpus, Edy Nasution, pada tahun 2016. Dari penangkapan itu, KPK bergerak masuk ke MA untuk menyelidiki lebih lanjut.
Ternyata Edy menerima uang dari Eddy Sindoro untuk mengurus perkara Grup Lippo. Dalam perjalanannya, Eddy Sindoro dicekal dan kabur sehingga KPK tidak bisa menangkapnya.
Kaburnya Eddy Sindoro diyakini KPK atas bantuan Lucas. Akhirnya Lucas ikut diadili dengan dakwaan merintangi penyidikan KPK.
Pada 20 Maret 2019, PN Jakpus menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Lucas. Hukuman Lucas dikurangi menjadi 5 tahun penjara di tingkat banding.
Di tingkat kasasi, hukuman Lucas kembali dikurangi menjadi 3 tahun penjara. Lucas pun yakin dirinya tidak bersalah dan mengajukan permohonan kembali atas perkaranya. Ia menuntut keadilan: hingga dinyatakan bebas dan tidak bersalah.
Permohonan Lucas ditangani oleh ketua majelis hakim agung Salman Luthan dengan anggota Prof Abdul Latief dan Sofyan Sitompul. Putusan hakim tersebut diketok dengan nomor 78 PK/Pid.Sus/2021.
Berkat keputusan itu, sekarang Lucas bebas dan dinyatakan tidak bersalah dan nama baiknya harus direhabilitasi kembali. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini