Ketua KNPI Luwu Soroti Tambang Emas, Desak Indika Energy Segera Selesaikan Bengkalai Masmindo

Tambang Emas yang dikelolah Indika Energy di Luwu. (Foto: ist_menit)
menitindonesia, LUWU – PT Indika Energy Tbk. telah resmi mengakuisisi perusahaan asing asal Australia, PT Masmindo Dwi Area (MDA) di bawah naungan perusahaan induk bernama Nusantara Resources Limited (Nusantara).
Diketahui sebelumnya, PT Indika Energy Tbk. (INDY) telah menandatangani scheme implementation deed saham Nusantara Resources Limited yang mengelola tambang emas di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui mekanisme scheme of arrangement.
Melalui transaksi ini, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Luwu, Ilhamzah mengatakan, Indika Energy akan mengendalikan Masmindo sepenuhnya termasuk mewarisi seluruh masalah yang akan ditinggalkan oleh manajemen Masmindo.
“Pasca diakuisisinya Masmindo oleh Indika Energy, maka secara otomatis Indika Energy akan mengendalikan Masmindo sepenuhnya. Termasuk mewarisi seluruh masalah yang akan ditinggalkan oleh manajemen sebelumnya”, kata Ilhamsyah melalui keterangannya, Kamis (1/7/2021).
Masalah yang belum diselesaikan oleh Masmindo, kata Ilham, adalah kompensasi pembebasan lahan milik warga setempat, belum lagi dampak lingkungan yang diakibatkan selama beroperasinya perusahaan tersebut. Selain itu, komitmen Masmindo dengan Pemda dinilainya juga belum kelar.
“Hampir dipastikan setelah akuisisi ini, ekploitasi yang nantinya akan dilakukan oleh Indika Energy akan mengubah lanskap alam dan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat, dan hal ini menjadi perhatian kami”, ucap Ilhamzah.
Menurut Ilham, ke depan pihak PT MDA di bawah kendali Indika Energy harus memastikan sinergitas dengan Pemkab Luwu, memberikan kepastian penuh kepada masyarakat terkait relokasi dan kompensasi pembesan lahan, mempersiapkan standar baku rencana strategis terkait kesejahteraan untuk masyarakat Luwu, menetapkan standar agrement pelibatan dan rekruitmen SDM lokal.
“PT MDA di bawah kendali Indika Energy harus bisa bersinergi dengan Pemkab Luwu dalam melakukan berbagai aspek kegiatan yang bermuara pada kesejahteraan bersama dan tidak merugikan pihak manapun terutama kepada masyarakat Luwu”, ungkapnya.
Sejauh ini kata Ilham, terkait tambang emas di Luwu, ekplorasi yang dilakukan PT MDA di Kab.Luwu dianggap gagal memberi kontribusi yang siginifikan terhadap keberlangsungan hidup orang banyak. Sehingga, menurutnya, cara pandang baru diperlukan untuk menemukenali masalah yang ada termasuk didalamnya, keberanian untuk melakukan penyegaran.
“Manajemen PT MDA saat ini, kami nilai gagal mengolah dan mengelola keberadaan sumber daya alam dan sumber daya manusia di Luwu dengan baik, oleh karena itu penyegaran direksi sampai manageman adalah hal penting yang mesti disegerakan”, pungkasnya. (andi esse)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini