Amphitheatrum Flavium

Mantan Anggota DPR RI
Oleh Mubha Kahar Muang
TAK ada bangsa yang begitu menyukai pertarungan melebihi bangsa Romawi. Mereka memiliki Koloseum, tempat para petarung dan binatang buas bertemu. Penonton yang berjejal selalu berorak-sorai tak perduli siapa yang kalah, apa yang menang.
Raja Vespasian pada 72 M membangun Koloseum ini di jantung kota Roma, bersisian dengan bangunan-bangunan penting. Arsiteknya seorang brilian bernama Chikippa, hingga kini diakui sebagai salah satu karya terbesar arsitektur kerajaan Romawi.
Dahulu Koloseum digunakan sebagai tempat pertunjukkan pertarungan antara binatang dengan tahanan yang akan dieksekusi, pertarungan antarbinatang, pertarungan antar gladiator dan pertarungan air dengan cara membanjiri arena.
Setelah Raja Vespasian mangkat tahun 79 M, pembangunan Koloseum dilanjutkan oleh putranya, Titus. Rampung pada 80 M dan diberi nama Amphitheatrum Flavium atau Flavian Amphitheater. Bangunan ini berbentuk elips setinggi 28 meter, panjang 88 meter dan lebar 156 meter. Bentuk elips dirancang agar para petarung tidak punya tempat melarikan diri ke sudut, pun penonton tak bisa mendekati arena pertarungan. Dibangun dengan mempekerjakan tahanan Yahudi, luas keseluruhan bangunan sekitar 2,5 ha dengan daya tampung 80.000 penonton.
Nama Koloseum melekat diambil dari nama patung sangat besar setinggi 40 meter bernama Colossus yang berdiri tak jauh dari Koloseum. Bagi orang Romawi, patung ini merupakan perumpamaan Sol, Dewa Matahari.
Di bawah arena terdapat dua tingkat jalur bawah tanah berbentuk terowongan yang saling berhubungan dan merupakan kurungan di mana para gladiator dan binatang ditempatkan sebelum pertarungan dimulai.
Menurut sejarawan Dion Cassius, ada 9.000 ekor binatang buas yang dibunuh di arena tersebut selama 100 hari rangkaian acara peresmian. Koloseum yang masih berdiri tegak di tengah kota Roma saat ini, masih digunakan hingga tahun 217 tetapi kemudian rusak berat akibat disambar petir dan diperbaiki lagi tahun 238 untuk digunakan kembali sebagai tempat pertunjukan Gladiator.
Tempat duduk dalam stadion dibagi berdasarkan status sosial masyarakat Romawi. Kaisar dan keluarga menempati podium utama pada bagian tengah. Tempat ini memberikan pemandangan yang terbaik untuk melihat seluruh arena. Terdapat tempat istirahat, juga tempat penyimpanan harta.
Senator Romawi menempati tingkat yang sama tetapi lebih luas, para senator boleh membawa kursi sendiri. Nama-nama senator masih dapat dilihat dari ukiran pada batu yang menjadi tempat duduknya. Bangsawan-bangsawan Romawi dikhususkan pada tingkat berikutnya yang disebut maenianum primun. Makin ke atas letak tempat yang disediakan makin rendah strata masyarakat yang menempatinya.
Tingkat ketiga dibagi menjadi tiga bagian. Para orang kaya di bagian paling bawah, rakyat jelata di bagian atasnya lagi, kemudian terakhir, di bagian yang terbuat dari kayu paling atas bangunan, hanya untuk berdiri saja diperuntukkan bagi perempuan rendahan. Jika pertunjukan diselenggarakan pada musim hujan, arena ditutupi dengan velarium yang sangat besar yang dilakukan oleh dua regu pasukan pelaut yang biasa mengikuti pertarungan air.
Koloseum diperkirakan telah merenggut sekitar 500.000 jiwa dan jutaan hewan liar. Sebenarnya Kaisar Konstantinus dan para bawahannya sudah mencoba untuk mengakhiri pertarungan gladiator tetapi masyarakat Romawi tidak ingin pertunjukan tersebut dihilangkan.
Awal abad ke-5 seorang pendeta bernama Telemachus datang dari Timur. Ia memasuki arena menepatkan diri ditengah-tengah para gladiator. Sang pendeta berbicara untuk menghentikan permainan yang mengerikan tersebut. Penonton malah mengejek, berkata kasar bahkan melempar batu sehingga sang pendeta yang menyusup masuk arena segera dibawa keluar. Pertunjukan gladiator kemudian dihentikan pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus.

Hiburan dan permainan memang tidak lepas dari sejarah kota Roma.

Zaman modern saat ini mungkin padanannya adalah sepak bola. Tidak heran jika sebagian orang menganggap faktor penting suksesnya karir politik Silvio Berlusconi, lahir di Milan tahun 1936, karena ia pemilik klub sepak bola AC Milan. Berlusconi sarjana hukum lulusan Universitas Milan membeli AC Milan tahun 1986.
Kisah Berlusconi menarik. Ia mengawali karier bisnisnya dalam bisnis konstruksi tahun 1960-an. Sukses membangun sebagian kota Milano, ia memperluas kerajaan bisnisnya dengan membangun stasiun televisi kabel tahun 1974. Empat tahun kemudian membangun kelompok media, dalam waktu lima tahun pada 1983 menghasilkan sekitar 260 juta euro. Capaian yang dianggap luar biasa. Berlusconi menciptakan kerajaan bisnis TV komersial yang pertama dan satu-satunya berkat bantuan Bettino Craxi yang ketika itu menjabat sebagai perdana menteri.
Lalu lintas keuangan bisnisnya dilakukan melalui beberapa bank. Banca Rasini, salah satu bank yang menyediakan jasa untuk transfer dana Berlusconi, menurut para hakim Palermo terindikasi sebagai bank yang digunakan mafia untuk mencuci uang. Ini membuat Berlusconi sering disorot dan dikaitkan dengan mafia, terlebih setelah ketahuan salah satu karyawannya adalah bos mafia dari Palermo Sicilia.
Pada Januari 1994, Berlusconi memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Mendirikan Forza Italia hanya dua bulan sebelum pemilu 1994. Berlusconi melakukan kampanye besar-besaran lewat iklan di ketiga jaringan televisinya. Hasilnya begitu dahsyat. Dalam dua bulan partai Berlusconi memenangkan pemilu dan menjadikan Forsa Italia sebagai partai yang menduduki peringkat pertama.
Berlusconi diangkat sebagai perdana menteri tahun 1994. Masa jabatannya singkat. Salah satu koalisinya menganggap bahwa perjanjian sebelum pemilu tidak ditepati dan memaksa Berlusconi untuk mundur.
Pemilu 2001 Berlusconi kembali bertarung. Keberhasilan koalisinya kembali mengantar Berlusconi menduduki kursi Perdana Menteri. Pada pemilu 2006 Berlusconi dikalahkan oleh Romano Prodi. Kalah tipis, tetapi Berlusconi membubarkan partainya Forza Italia lalu membentuk partai baru, Partai Kebebasan rakyat. Pemerintahan Romano Prodi di kemudian hari diguncang mosi tidak percaya, sehingga Romano Prodi menggelar pemilu. Berlusconi kembali dilantik menjadi perdana menteri tahun 2008.
Berlusconi menjadi salah satu politisi tersohor di Eropa, tahun 2009 ia pemimpin G8. Namun, di dalam negeri Berlusconi menghadapi berbagai tuduhan hukum dan skandal seks. Berlusconi dikecam oleh rakyat Italia. Seiring dengan Krisis Zona Euro, tahun 2011 ekonomi Italia mulai goyah. Italia jatuh dalam krisis setelah menumpuk utang hingga 2,6 triliun euro, melebihi pendapatan Italia sendiri. Berlusconi dianggap tidak mampu menjalankan pemerintahan dan dituntut mundur. Setelah sejumlah desakan dari partai dan parlemen, Berlusconi akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri pada November 2011. Ia digantikan oleh Mario Monti.
Italia tergolong negara yang sangat demokratis. Indeks Demokrasi tahun 2011 oleh The Economist Intelligence Unit menempatkan Italia di urutan ke-31 dunia. Namun dari segi korupsi, menurut Corruption Perception Index Transparency International, Italia masih jauh dari katagori negeri yang bersih. Italia berada di urutan ke-69, dunia. Tantangan bagi pemerintah Italia dalam memajukan negeri adalah korupsi. Penanganan korupsi harus bersungguh-sungguh, tidak pandang bulu dan tidak tebang pilih.
Italia masa lalu menyumbang dunia dengan karya arsitektur puncak, seperti Koloseum, Basilica Santo Petrus, Pantheon dan karya-karya lainnya. Italia modern menyumbang karya besar dari Roma, Milan dan Florence melalui mode dan fashion. Merek-merek seperti Prada, Gucci, Versace, Armani, Fendi dan Dolce & Gabbana adalah contoh merek produk fashion dengan citarasa dan mutu tinggi hingga digemari dunia.
Di dunia otomotif bangsa ini menyumbang merek-merek kelas atas, antara lain Lamborghini dan Ferrari. Kisah-kisah opera kelas atas juga lahir dari negara ini.
Selain itu Italia juga menyumbang dunia dengan permainan dan hiburan melalui sepakbola. Bahkan makanan pun, bangsa ini menyumbang dunia dengan tiramisu, lasagna, spaghetti dan pizza.
Semangat kompetisi, bakat seni dan ketekunan artistik yang dialirkan oleh Romawi Kuno ke dalam darah orang-orang Italia di masa kini. Inilah yang mungkin menjadikan Italia modern mampu mencipta karya-karya agung.
Jakarta 28 Februari 2013


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini