Tokoh Pendidikan Indonesia, Merasa Sedih di Hari Guru

Ketum JSDI, Muhammad Ramli Rahim. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ketua Umum Jarigan Sekolah Digital Indonesia, Muhammad Ramli Rahim, menyampaikan rasa sedihnya melihat kondisi guru di Indonesia saat ini.
“Terlalu banyak orang menulis tentang idealitas Guru. Mereka tak paham dan mungkin tak tahu kalau Guru kita saat ini begitu menyedihkan kondisinya,” kata Muhammad Ramli Rahim (MRR), menyambut hari guru nasional, Kamis (25/11/2021)
MRR mengungkapkan, banyak yang tak paham dan mungkin tak tahu kalau anak-anak Indonesia seperti mobil BMW yang diservice oleh montir sepeda ontel.
“Mereka tak tahu atau mungkin tak paham bahwa hingga hari ini belum ada formulasi tepat yang dilakukan pemerintah untuk mengubah pola agar kualitas anak didik semakin baik dan merata,” ucapnya.
Lebih lanjut, matan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Periode 2016-2021 ini, mengatakan mereka yang tak paham itu tidak tahu kalau kurikulum sekolah saat ini, justru membuat anak-anak Indonesia begitu sulit posisinya. Bahkan, kata dia, punggungnya sudah tak kuat membawa buku yang begitu berat.
“Betapa Guru sekarang begitu sulit membuat anak-anak  kita bermanfaat waktunya di sekolah dan membuahkan hasil yang nyata bukan sekadar angka-angka. Ini yang mungkin mereka tidak paham,” kata MRR.
Selain itu, MRR juga menyebutkan, banyaknya hal yang dijejalkan ke Guru untuk diajarkan ke anak-anak yang sesungguhnya tak diperlukan dan tak memberi banyak manfaat.
“Mereka tak paham atau mungkin tak tahu betapa banyak kepentingan di sekolah dan dunia pendidikan yang sesungguhnya tak dibutuhkan anak didik, bahkan jadi beban dunia pendidikan, ini yang membuat kita sedih,” pungkasnya. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini