Pasca Digrebek di Kamar Wisma, Sepasang Dokter Resmi Dilaporkan ke Polres Sinjai

menitindonesia, SINJAI – Sepasang Dokter yang telah tertangkap basah asek ‘wik-wik’ di kamar hotel, kini menghadapi masalah baru. Dua oknum dokter ini, resmi dilaporkan ke Polres Sinjai atas dugaan perzinahan.
Maryam, Istri sah dari oknum dokter tersebut, melaporkan suaminya birinisial Dokter AB, yang juga salah seorang dokter di salah satu Puskemas di Kabupaten Sinjai, karena diduga melakukan perzinahan di salah satu wisma di Kabupaten Sinjai, Senin (29/11), lalu.
Kepala Satuan Reskrim Polres Sinjai, Iptu Abustam, membenarkan jika istri oknum Dokter tersebut telah melaporkan dugaan kasus perzinahan dengan laporan bernomor TBL/172/XII/2021RES SINJAI.
“Seorang warga bernama Maryam melaporkan suaminya ke Polres Sinjai kemarin sore,” kata Kasat Iptu Abustam, Kamis (2/12/2021).
Dalam laporan itu, Maryam menyampaikan bahwa suaminya Dokter AB ditemukan berduaan di dalam kamar Wisma Thalita, Jl Sultan Isma, Kecamatan Sinjai Utara saat razia anggota Satpol PP. Atas laporan itu, polisi akan memeriksa saksi-saksi.
“Anggota Reskrim sudah melakukan penelusuran dan dalam waktu dekat akan memeriksa saksi-saksi,” ujar Iptu Abustam.
Sebelumnya diberitakan, Satpol PP Sinjai merazia sepasang dokter muda di salah satu penginapan, Minggu malam lalu, Kabar adanya sepasang oknum dokter yang digrebek baru tersebut Rabu kemarin.
Sepasang dokter itu berinisial Dokter AB dan Dokter WD. Diketahui, Dokter WD bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai dan Dokter AB bertugas di salah satu Puskemas di Kabupaten Sinjai.
“Mereka terjaring dalam kamar Wisma Thalita di Sinjai,” kata Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Agung Budi Prayogo.
Agung menuturkan, saat penggerebekan itu, keduanya tak mampu memperlihatkan buku nikahnya. Karena mereka diduga melakukan perzinahan, kata dia, petugas lalu menyerahkan kedua sejoli ilegal itu ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai untuk mendapatkan evaluasi dan pembinaan instansinya.
Kedua dokter yang berstatus ASN tersebut, juga tergabung dalam organisasi IDI di Sinjai.
Direktur RSUD Sinjai yang juga Ketua IDI Sinjai, Dokter Kahar, mengatakan pihaknya akan mengonfirmasi langsung ke oknum dokter tersebut.
“Kalau sudah memeriksa baru akan menilai pelanggaran apa yang dibuat baik dari segi pekerjaan maupun etik,” katanya.
Kahar menegaskan, jika terbukti mereka berznah, IDI Sinjai juga akan mengambil keputusan terhadap oknum dokter tersebut.
“Kalau sudah memeriksa baru akan menilai pelanggaran apa yang dibuat baik dari segi pekerjaan maupun etik, kalau terbukti, ya mereka akan mendapatkan sanksi tegas sebagai PNS maupun sebagai anggota IDI,” pungkasnya. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini