Taqyuddin Jabbar bersama Taufan Pawe saat Pilkada Parepare tahun 2018. (Foto: Ist)
menitindonesia, PAREPARE – Mantan Bakal Calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Parepare, Taqyuddin Jabbar, mengatakan, meskipun dirinya ikut kontestasi berebut Ketua Golkar Parepare, namun ia merasa legowo setelah Erna Rasyid Taufan terpilih secara aklamasi.
“Awalnya saya ikut mencalonkan diri dan mendapat dukungan pimpinan kelurahan, tapi dalam perjalanannya, bahkan setelah mengikuti fit and proper test, saya tidak memenuhi syarat karena tidak mendapatkan diskresi, tetapi saya justru bangga, karena ikut mewarnai proses demokrasi di Golkar Parepare,” kata Taqyuddin Jabbar, melalui keterangannya, Selasa (14/12/2021).
Karena dirinya tak memenuhi syarat, lanjut Taqyuddin, Erna Rasyid Taufan melenggang di Musda Golkar itu dan terpilih secara aklamasi. Menurutnya, semua dinamika yang dilaluinya dalam proses Musda Parepare, memberinya pengalaman penting. Termasuk, Taqyuddin mengakui jika memang sosok Erna punya talenta untuk memimpin partai.
“Saya harus mengakui keunggulan Ibu Erna, karena memang dia dekat dengan masyarakat. Pada Pilkada Parepare dulu, faktor Ibu Erna juga sangat menentukan kemenangan Taufan Pawe menjadi Walikota, saya tahu karena saya sempat membantu pemenangannya di Pilkada 2018 lalu,” ucap Taqyuddin.
Bahkan, Taqyuddin pun menuturkan, pada Pilkada Parepare tahun 2013, ia pernah menjadi rival Taufan Pawe yang berpasangan dengan Andi Faisal Sapada. Saat itu, Taqyuddin maju berpasangan dengan Makmur Sain Katoe dan berada pada posisi runner up dengan selisih suara hanya hitungan ribuan.
Setelah gagal merebut Golkar Parepare, Taqyuddin mengaku sebagai seorang yang mengerti demokrasi, dia harus memperlihatkan sikap kesatria, mengakui keunggulan Erna dan mendoakan agar sukses memimpin partai ke depan.
“Dinamika Musda Golkar Parepare sudah selesai. Ibu Erna sah memimpin Golkar Parepare setelah melalui proses seleksi yang ketat dan dinamika politik yang keras. Saya legowo dia memimpin Golkar dan saya tidak akan mengganggu kepemimpinan Ibu Erna,” jelasnya.
Selain itu, Taqyuddin juga menyampaikan jika ia belum memutuskan untuk menjadi bagian dari Partai Golkar Parepare. Untuk saat ini, kata dia, dirinya akan lebih fokus di kegiatan sosial dan agama.
“Politik bagi saya bukan ajang balas dendam. Kalau sudah selesai, yah sudah, tak perlu ada riak-riak apalagi gugat menggugat. Saya jamin tidak akan menggugat ke Mahkamah Partai Golkar,” ucapnya
Sementara, terpisah sahabat Taqyuddin, Aktivis 98, Andi Mustamin Patawari alias Philip, mengaku salut dengan sikap politik Taqyuddin maju di Golkar Parepare dan legowo setelah ia tersingkir.
Mantan Anggota DPRD Bulukumba tiga periode itu, mengaku sudah lama mengenal sosok Taqyuddin. Sejak era reformasi tahun 1998, ujar Philip, Taqyuddin sangat aktif membantu gerakan mahasiswa di belakang layar. Menurut Philip, Taqyuddin adalah aktivis pro-demokrasi.
“Salah satu penggerak pro-demokrasi di era 98, adalah Taqyuddin, meskipun dia di belakang layar. Saya salut ke beliau. Dia menunjukkan etika politik saat bertarung dan legowo pada hasil akhir. Menang tak terbang, kalah tak tumbang,” tandasnya. (roma)