Analisis Arqam Azikin: Hanya Satu Cara IAS Rebut Ketua Demokrat Sulsel, Ulla Tidak Maju

Pakar Politik Unismuh, Dr Arqam Azikin. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pakar politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Arqam Azikin, menyampaikan analisisnya terkait dinamika Musda IV Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan yang diselenggarakan di Hotel Four Point By Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, Rabu (22/12/2021).
Arqam mengaku telah menganalisis peta dukungan dan dinamika politik di internal Partai Demokrat Sulsel. Menurutnya, arah dukungan DPP kepada Ni’matullah Rahim Bone (Ulla) dan adanya dukungan 10 pemilik suara dari 26 suara sah, memandakan bahwa calon petahana masih kokoh.
Adapun peluang IAS, kata dia, dalam waktu 9 jam ke depan, IAS harus melakukan operasi senyap untuk menarik dukungan Ulla hingga tidak mencukupi 20 persen sesuai yang dipersyaratkan dalam pedoman organisasi partai berlogo mercy itu.
“Seakarang IAS sudah memiliki 16 surat dukungan dari DPC, jadi rebut lagi dukungan yang sudah ke Ulla hingga mencapai 24 suara. Kalau seperti itu, Ulla tidak bisa lolos, karena hanya memiliki dukungan DPD dan DPP saja, tidak cukup 20 persen,” kata Arqam Azikin.
Sedangkan untuk Ulla, ujar Arqam, harus menjaga suaranya agar tetap mencukupi 20 persen hingga 9 jam ke depan. Ia menilai, suara DPD dan DPP sudah sulit beralih, namun dia meragukan suara DPC, sebab suara DPC masih bisa digoyang dengan berbagai cara.
Selain itu, penulis buku Strategi Baru Pertahanan Negara ini, mengaku tertarik menganalisis dinamika politik di Partai Demokrat Sulsel, karena adanya pertarungan antara mantan Walikota Makassar dua periode dan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Menurutnya, potensi demokrat survive di Pemilu 2024 sangat terbuka lebar. Selama IAS tidak aktif di demokrat, kata dia, pamor Ulla melejit dan mengantar dirinya menjadi tokoh baru dalam peta politik di Sulsel.
Sebaliknya, jika IAS memimpin Demokrat, Arqam menilai IAS bisa kembali mengangkat citranya yang sempat redup dan bisa menarik sejumlah tokoh lama kembali menjadi Caleg di 2024 untuk menambah perolehan kursi demokrat.
“Antara Ulla dan IAS sama-sama memiliki pamor. Keduanya bisa menjadi ikon pemenangan demokrat di ajang Pemilu. Saya melihat DPP tidak ada beban jika Ulla yang mereka pilih, karena Ulla menunjukkan loyalitas dan militansi mendukung AHY saat digempur oleh Moeldoko,” ujar Arqam.
Lebih lanjut Arqam menambahkan, seandainya hanya IAS yang lolos dalam persyaratan calon, DPP juga tidak masalah, sebab IAS pernah menjadi Calon Gubernur Partai Demokrat dan sisa menagih janji IAS yang belum sempat terpenuhi, yakni memenangkan Demokrat di Sulsel dan menyiapkan sekretariat secara permanen.
“Jadi baik IAS maupun Ulla yang jadi ketua, ke depan Demokrat punya kans memenangkan Pemilu 2024, tergantung rekruitmen Calegnya,” pungkasnya. (roma)