Tokoh Milenial Sulsel Beri Saran Ke AHY, Sebut Ulla dan IAS Politisi Yang Baik

Tokoh Milenial, Muhammad Rivaldi. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Tokoh Milenial di Sulawesi Selatan, Muhammad Rivaldi, mengatakan figur calon ketua Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan, Ni’matullah Rahim Bone (Ulla) dan Ilham Arif Sirajuddin (IAS) sama-sama politisi yang baik.
Rivaldi mengaku intens mengikuti perkembangan dan dinamika politik di Partai Demokrat. Sejak Musda Demokrat Sulsel digulirkan, kata dia, hanya dua kader Demokrat, yakni Ulla dan IAS, yang menyatakan siap maju memimpin partai yang didirikan Presiden RI ke-6, Soesilo Bambang Yudhoyono, ini.
“Pak Ulla itu dikenal politisi yang memiliki rekam jejak yang bagus, pernah menjadi aktivis mahasiswa, lalu berkarier di Partai Demokrat. Sejatinya dia politisi yang terbilang konsisten. Tidak pernah pindah partai dan sejak awal karier politiknya dimulai di Partai Demokrat,” kata Rivaldi melalui keterangannya, Rabu (22/12/2021), dinihari.
Lebih lanjut, pemegang juara I lomba mirip Syahrul Yasin Limpo ini, menyebut sosok Ni’matullah sebagai tokoh yang diidolakan kalangan milenial di Sulsel, karena telah memberi contoh cara berpolitik yang baik dan berkarakter.
Dia menambahkan, karakter Ni’matullah, menarik banyak simpati khususnya di kalangan anak milenial karena konsisten dalam berpartai, tidak pernah berpindah-pindah partai. Bahkan, ujar Rivaldi, Ni’matullah termasuk kader demokrat yang mau membela marwah partainya saat diganggu oleh Moeldoko Cs melalui KLB di Deli Serdang lalu.
“Di Sulsel, banyak kader Demokrat, tetapi hanya Pak Ulla dan Pak ARA (Adi Rasyid Ali) yang mau terang-terangan melawan Moeldoko Cs. Yang lain sih diam-diam saja. Nanti ada Musda baru ujug-ujug tampil lagi. Gaya Pak Ulla dan Pak ARA gaya yang disukai anak milenial,” ucapnya.
Selain mengungkap sisi positif calon petahana Ulla itu, Rivaldi juga menyampaikan sisi positif IAS. Menurutnya, IAS juga adalah politisi yang memiliki keinginan kuat untuk menang dalam setiap pertarungan dan memiliki mental yang hebat saat bertarung.
“Saya melihat sosok Pak IAS juga sangat potensial. Ia memiliki banyak pengalaman. Pernah menjabat Walikota Makassar dua periode dan, pernah memimpin menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. Talenta Pak IAS tak perlu diragukan. Setelah memimpin Golkar, dia sempat memimpin Partai Demokrat sebelum Pak Ulla,” ujar Rivaldi.
Pengalaman IAS memimpin Partai, baik di Golkar dan Demokrat, serta memimpin ormas Nasdem, kata dia, bisa menjadi bekal untuk membesarkan Partai Demokrat ke depan.
“Tentu dengan pengalaman yang cukup, menjadi modal utama bagi Pak IAS untuk memimpin Partai Demokrat, apalagi ke depannya saya yakin pak IAS mampu membawa perubahan besar terhadap partai Demokrat di Sulsel kalau ia dipercayakan oleh elit Demokrat,” ucapnya.
Selain itu, Rivaldi juga menyarankan kepada seluruh kader partai dan para politisi agar selalu melihat sisi baik dari setiap tokoh. Semua manusia, ujar Rivaldi, memilki sisi baik dan sisi buruk. Namun dia menyayangkan sebahagian politisi, yang ia nilai lebih suka membicarakan kekurangan lawan politiknya.
Khusus kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kata dia, saat ini AHY sudah menjadi idola bagi anak-anak milenial karena kepribadian dan kesantunannya, cerdas dan elegan dalam berpolitik.
Rivaldi berharap, agar AHY bisa memunculkan dan mendorong kadernya menjadi politisi yang menyerupai karakternya, cerdas dan tidak sombong.
“Politik itu bukan mencari kekurangan, tapi menemukan kebaikan dan itu yang harus diorganisir agar kebaikan itu menyebar dan menjadi prilaku masif,” pungkasnya. (roma)