Ketua FAKK Silaturahmi ke Ketua DPRD Sulsel, Kenang Romantisme Masa Lalu

Ketua FAKK, Ahmad Mabbarani bersama Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ketua Forum Aliansi Kontra Korupsi (FAKK), Ahmad Mabbarani, bertamu ke rumah jabatan Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, untuk bersilaturahmi usai Shalat Taraweh, Jumat (15/4/2022).
Tokoh Anti Korupsi yang membongkar skandal korupsi di kalimantan Timur ini, didampingi aktivis anti korupsi dari FAKK, Asrul Nurdin dan diterima langsung oleh Andi Ina Kartika Sari, di ruang tamu Rujab Ketua DPRD Sulsel.
Ahmad Mabbarani menerangkan, kedatangannya ke Rujab Ketua DPRD Sulsel ini, hanya sebatas silaturahmi, apalagi di bulan suci Ramadan.
“Salah satu ibadah yang disukai Allah adalah menjalin silaturahim, apalagi Ibu Andi Ina saat ini adalah Ketua DPRD Sulsel yang juga merupakan tokoh perempuan yang memiliki jejak yang bagus. Jadi sangat layak kami bertamu ke Rujabnya untuk sharing berbagai hal,” kata Ahmad Mabbarani.
Dia menuturkan, bahwa beberapa puluh tahun silam, dia termasuk orang yang sangat dekat dengan ibu kandung Andi Ina Kartika Sari, yakni Andi Tja Tjambolang, politisi senior Partai Golkar dan Anggota DPRD Sulsel 4 periode di masa Orde Baru. Saat itu, ungkap Ahmad, Andi Ina masih berstatus mahasiswi Fakultas Hukum Unhas dan masih gadis belia yang cantik.
“Saya biasa disuruh Puang Tja Tjambolang mengurus PBB rumahnya di Kompleks Unhas, Tamalanrea. Segala urusan tetek bengek biasa saya yang disuruh untuk mengurusnya. Jadi kami mengenang masa-masa itu,” ujar Ahmad Mabbarani.
Pada kunjungan silaturahminya itu, Ahmad Mabbarani bersama rekannya dijamu oleh Andi Ina Kartika Sari. Dia mengungkapkan, bahwa dalam obrolannya lebih banyak membahas romantisme dan mendapat support dari politikus Partai Golkar itu untuk tetap konsen pada gerakan anti korupsi.
Saat memberi keterangan pers, Ahmad Mabbarani menerangkan, bahwa sosok Andi Ina Kartika Sari, merupakan perempuan tangguh yang berada di pusaran politik di Sulawesi Selatan. Menurutnya, Andi Ina adalah potensi perempuan yang telah memberikan banyak konstribusi bagi kemajuan pembangunan di Sulawesi Selatan.
“Potensi perempuan harus mendapat tempat dan porsi khusus untuk mendukung visi global, milenium developmen goals (MDGs), di mana peran politik perempuan harus diberi kesempatan. Ini pertanda bagus bagi Sulsel dan sekaligus legacy bagi politisi perempuan, sebab Andi Ina adalah perempuan pertama yang mendapat kepercayaan sebagai Ketua DPRD Sulsel,” ujarnya.
Menurut Ahmad, sosok Andi Ina juga merupakan politisi perempuan yang memiliki ketangguhan spiritual, menunjukkan cara berpolitik yang sabar dan ulet dalam melaksanakan amanah.
“Terbukti, sudah hampir tiga tahun dia memimpin DPRD Sulsel dengan berbagai macam watak politisi di sana, namun semua tetap terkendali dan tidak keluar dari rel. Ini menandakan, bahwa perempuan juga bisa memimpin,” ucap Ahmad Mabbarani.
Sementara, dikonfirmasi terkait kedatangan aktivis LSM anti korupsi ke rumahnya, Andi Ina mengatakan, semua orang berhak bertamu ke rumah jabatannya, sebab Rujab Ketua DPRD itu milik rakyat. Dia mengaku hanya diberi amanah menempatinya sekaligus merawatnya.
“Siapa saja boleh bertamu ke rujab, karena ini memang rumahnya rakyat, saya hanya ditugaskan menempati dan merawatnya. Apalagi kalau maksudnya baik, mau bersilaturahmi kami selalu terbuka,” ujarnya.
Selain itu, Andi Ina juga mengatakan, bahwa Ahmad Mabbarani ini adalah aktivis banyak yang doakan baik, karena dia baik ke semua orang dan senang menjalin silaturahmi.
“Kalau Pak Ahmad Mabbarani, saudara kita ini banyak yang doakan baik, karena dia selalu baik ke semua orang,” tutupnya. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini