Danny Pomanto: Balap Motor dan Lomba Lari Menjadi Solusi Menekan Kekerasan di Makassar

Danny Pomanto mengangkat bendera start lomba Lantang Bangngia Run Rice 2022. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto, mengangkat bendera start final lomba lari Lantang Bangngia Run Rice (LBRR) yang dilaksanakan di Jalan Penghibur, Kota Makassar, Kamis (28/4/2022), malam.


 

Sebanyak 75 pelari terbaik dari 15 kecamatan, berlomba kecepatan berlari untuk menjadi juara pertama LBRR 2022 ini. Setiap kecamatan, mengirimklan lima pelari terbaik yang lolos lomba LBRR tingkat kecamatan masing-masing.
“Olahraga lari di malam hari ini, berawal dari ide masyarakat. Ide ini, langsung direspons oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menjadi Lantang Bangngia Run Rice,” kata Danny Pomanto, saat menyaksikan lomba lari tengah malam tersebut.
Mengenai pelaksanaannya pada malam hari, Danny menuturkan, karena warga melaksanakan Shalat Taraweh di bulan Ramadan, nanti setelah Shalat dan Ibadahnya serta jalan juga sudah sunyi, sehingga waktu bisa diisi untuk melaksanakan lomba lari ini.
“Penyelenggara tak mau mengganggu waktu ibadah dan juga menunggu jalanan sunyi, sehingga pelaksanaan lomba lari dilaksanakan tengah malam,” ujarnya.
Danny juga mengungkapkan, sejak adanya kegiatan lomba lari Lantang Bangngia Run Rice, kegiatan negatif, misalnya kekerasan di tengah masyarakat, menurun secara drastis.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Olahraga lari ini juga tidak memakan biaya yang mahal, dan ini oleh raga yang lagi digemari masyarakat sekarang,” ucap Danny.
Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua KONI Makassar, Ahmad Susanto, mengatakan, pihaknya akan terus mendorong berbagai kegiatan olahraga di tengah masyarakat. Menurutnya, olahraga bisa menjadi solsui dan mitigasi sosial.
Ahmad Susanto menjelaskan, selama Ramadan, KONI Makassar bekerjasama dengan Pemkot juga telah mengakomodir balapan liar menjadi balapan resmi dengan menggelar Lantang Bangngia Street Race di kawasan CPI, sambil melaksanakan lomba lari, Lantang Bangngia Run Rice di tiap kecamatan.
“Kami optimis, olahraga bisa menjadi solusi dan menjadi gaya hidup. Dengan begitu, olahraga akan memberi sumbangsih dalam menekan kegiatan negatif di masyarakat. Kita akan terus mendorong agar olahraga menjadi gaya hidup di Kota Makassar,” pungkasnya. (andi esse)