Berhasil Pindahkan Pedagang Pasar Lama Tanpa Gaduh, Kasat PP Maros: Caranya Pakai Komunikasi, Jangan Pakai Kekerasan

Kasat PP Maros, H Jufri. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Di penghujung bulan Ramadan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Maros, H Jufri, berhasil memindahkan ratusan pedagang Pasar Lama Maros ke lokasi yang baru, di Pasar Tradiisional Modern (Tramo), Turikale, Maros, Rabu (27/4), kemarin.


Jufri mengatakan, proses memindahkan pedagang pasar lama ke Pasar Tramo, dilakukan secara persuasif, memahami keinginan pedagang dan menjelaskan keinginan pemerintah. Sehingga, kata dia, ketika pedagang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros sepaham, maka tanpa disuruh pun, pedagang akan pindah.
“Tugas Satpol mempertemukan keinginan Pemkab Maros dan keinginan pedagang. Semula mereka diminta pindah ke Tramo, tapi belum ada lapak di sana, yang mau pindah 150 orang, lapak yang ada cuma 50, jadi kita pasti mengecewakan 100 orang. Pedagang minta tunda dulu pindah, nanti jelang lebaran kalau lapaknya sudah siap. Nah, sekarang lapaknya sudah cukup, jadi mereka dengan senang pindah,” kata Jufri saat dikonfirmasi, Kamis (28/4/2022).


Dia menegaskan, sikap Satpol PP Maros kepada masyarakat tidak boleh kasar tapi wajib bersikap ramah. Justru dia heran, kalau ada yang berpikir sewenang-wenang kepada pedagang, main ancam, pokoknya harus pindah apapun kejadiannya.
“Saya sudah arahkan anak buah, ini bukan teroris yang dihadapi, tapi masyarakat kita sendiri. Jangan kasari dengan ucapan maupun perbuatan, tetapi persuasif. Alhamdulillah, di Maros, proses pemindahan pedagang berjalan lancar karena komunikasi dengan mereka dikelolah secara baik,” ujarnya.
Jufri menuturkan, maksud Pemkab Maros memindahkan pedagang di Pasar lama ke Pasar Tramo, bukan karena mau membuat mereka rugi berdagang, tapi sebaliknya, ujarnya, niat Pemkab agar omset pedagang naik dan pendapatannya bertambah.
“Tugas pemerintah membuat agar Pasar Tramo ramai dan dikunjungi pembeli, serta bagaimana pedagang dan pembelinya bisa bertransaksi riang gembira,” jelas Jufri.
Terkait pengosongan Pasar Lama, Jufri mengungkapkan bahwa Pemkab Maros, mempunyai rencana untuk membangun Pasar Lama menjadi Pasar Raya dengan design gedung yang berlantai empat.
“Setelah pedagang tahu rencana itu, mereka semua mendukung, apalagi ada jaminan bahwa pedagang lama akan tetap diprioritaskan untuk memiliki kios atau lapak jika pasar raya sudah selesai dibangun. Di Pasar Raya, nanti ribuan kios dan lapak yang disiapkan,” ungkapnya.
Mantan Kepala Desa Pa’bentengan ini, pun menyampaikan terima kasih kepada pedagang yang mau bekerja sama. Yang pasti, kata dia, Satpol PP dan pihak dari Polres Maros serta Kodim 1422, hadir untuk melindungi masyarakat, bukan untuk menakut-nakuti.
“Tugas utama Satpol PP adalah menegakkan Perda dan perundang-undangan serta menjaga ketertiban masyarakat. Satpol PP dibentuk bukan untuk membuat kegaduhan, tapi menertibkan dan menciptakan ketentraman,” pungkasnya. (asrul nurdin)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini