PDAM Makassar Dituding Penyebab Kerusakan Jalan Antang, Beni Iskandar: Bukan Pipa Bocor, Drainase Buntu Yang Sebabkan Genangan Air

Pj Dirut PDAM Makassar, Beni Iskandar. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pj Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Beni Iskandar, mengecam pihak-pihak yang sengaja menyebarkan informasi sesat yang menuding seolah-olah kerusakan jalan di Antang Raya disebabkan oleh aktifitas PDAM Kota Makassar.
Beni menyebutkan, bahwa pihaknya sudah menurunkan tim untuk mengecek apakah ada kegiatan PDAM di Antang yang mengakibatkan kerusakan jalan. Menurut Beni, setelah bertemu dengan warga di seputar jalan rusak Antang Raya dan memeriksa sample air di seputar jalan Antang, ternyata air tergenang itu bukan bersumber dari PDAM.
“Setelah diperiksa, air yang meluap ke jalan, bukan air PDAM, tetapi air yang berasal dari drainase yang tersumbat (buntu) sehingga menggenangi jalan. Ini mengakibatkan kerusakan parah. Jadi kami perjelas dengan melakukan investigasi,” kata Beni Iskandar saat dikonfirmasi, Selasa (31/5/2022).
Dia meminta pihak yang menyebarkan info di sosmed yang mengatakan genangan air jalan Antang Raya bersumber dari PDAM itu, agar berhenti menyebar informasi sesat, sebab itu bisa berdampak pada citra PDAM Makassar, dianggap sebagai dalang rusaknya jalan Antang Raya.
“Kami tidak akan tinggal diam, karena ini menyangkut kepentingan umum. Saya sudah perintahkan petugas PDAM di lapangan harus gerak cepat melakukan pemeriksaan di lapangan,“ ucap Beni.
Menurutnya, pihaknya harus memperjelas masalah tersebut, agar tidak ada lagi saling tuding, apalagi hal ini menyangkut kredibilitas dan nama baik PDAM Makassar.
“Kalau tidak diperjelas dan diklarifikasi, nanti muncul lagi stigma kalau kinerja PDAM ini tidak maksimal karena hal seperti ini saja tidak bisa dibenahi,” ujar Beni.
Dia berharap dengan adanya hasil pemeriksaan sampel air ini, yang membuktikan bukan karena kebocoran pipa PDAM, tetapi bersumber dari genangan air akibat luapan drainase buntu, sehingga hasil tersebut bisa menjadi solusi bagi pemerintah untuk memperbaiki drainase agar tidak menimbulkan lagi genangan di jalan sehingga berakibat fatal.
“Ini bersifat klarifikasi informasinya yang sesat agar tidak bias. Sekaligus juga, kami menyampaikan bahwa segala bentuk kerusakan pipa yang menimbulkan kerugian atau rusaknya fasilitas publik, akan menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya,” pungkasnya. (andi esse)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini