Dicopot Jadi Menteri, M Lutfi Curhat: Saya Ini Seperti Keset, Diinjak-Injak Sana Sini

Mantan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. (Foto: Ist)
menitindonesia, JAKARTA – Presiden Jokowi telah melantik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) RI, menggantikan Muhammad Lutfi pada Rabu 15 Juni, lalu. Santer disebutkan, Lutfi dicopot karena masalah minyak goreng yang menjadi langka.
Kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat menjabat Mendag, M. Lutfi menjadi bulan-bulanan. Bahkan, Lutfi terang-terangan menyebut dirinya sudah seperti keset yang diinjak sana-sini.
“Saya kalau lapor bos di rumah itu. Saya ini sudah kayak keset. Sudah dinjek-injek sama semua orang,” kata Lutfi, dikutip dari akun Instagramnya, Kamis 16 Juni.
Namun, ia tetap percaya bahwa apa yang telah dilakukannya selama menjabat sebagai menteri perdagangan memberi manfaat bagi orang banyak.
“Tapi ya itu risiko jabatan saya, sesuatu yang harus saya terima,” ujarnya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia karena perang dan inflasi Amerika, M. Lutfi percaya, Indonesia telah siap menghadapi tantangan tersebut.
“Kita ini beruntung karena investasi di Indonesia masih menguntungkan,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada Rabu 15 Juni, Presiden Jokowi melantik lima anggota baru Kabinet Indonesia Maju yakni Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan (Mendag), Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dan Raja Juli Antoni sebagai Wamen ATR/Wakil Kepala BPN.
Terkait pelantikan tersebut, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung memastikan bahwa perombakan atau reshuffle kabinet tersebut sudah melalui pertimbangan matang.
“Reshuffle ini dilakukan bukan hal yang tiba-tiba. Dengan pemikiran yang sudah cukup matang dan diskusi yang panjang, Presiden memang memerlukan semacam refreshing dari beberapa menteri dan wakil menteri,” ujar Seskab, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta. (andi ade zakaria/Int)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini