Ferdy Sambo Dikenang Teman se Angkatan di Smansa Makassar Sebagai Sahabat Yang Baik

Ferdy Sambo (tanda panah) bersama sahabat-sahabatnya di masa bersekolah di SMA Negeri 1 Makassar. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Sosok Irjen Pol Ferdy Sambo, semasa remaja, di mata teman-teman sekolahnya di SMA Negeri 1 Makassar, dikenal sebagai sosok teman dan sahabat yang baik. Sebelum berkarier di Kepolisian, Ferdy Sambo diketahui banyak melalui masa remajanya di Makassar.
Sambo menuntut ilmu di SMP Negeri 6, Jalan Ahmad Yani, depan Polrestabes Makassar. Lalu dia melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 1 (Smansa) Makassar, Jalan Bawakaraeng. Semasa di Smansa, Ferdy Sambo aktif di olahraga, Taekwondo. Semasa itu, oleh sahabat dan teman-temannya, Ferdy Sambo akrab dipanggil Peppi.
Salah satu kakak kelasnya, Amir PR, mengenal baik Peppi. Menurutnya, Peppi dikenal pintar di sekolah dan aktif di Taekwondo. “Dia juga sosok yang baik kepada teman-temannya,” kata Amir Pallawa Rukka.
Salah satu teman sekelas Peppi di kelas 1 Smansa, Agussalim Narwis, mengakui kalau Ferdy Sambo semasa sekolah di Smansa adalah siswa yang sangat baik, pintar bergaul dan cerdas di kelas. Bahkan, ungkap Agus, Peppi juga pernah menjadi Ketua Kelas Biologi di Smansa.
“Ferdy Sambo (Peppi) itu adalah sahabat saya semasa dia sekolah di Smansa. Waktu dia kelas satu, kami satu kelas,” ujar Agussalim kepada wartawan di sebuah Warkop di Makassar, Jumat (12/8/2022), kemarin sore.
Lanjut Agus menuturkan, setelah naik ke kelas dua, Ferdy Sambo memilih jurusan biologi dan dia memilih jurusan Fisika. Meskipun beda jurusan, kata Agus, persahabatan keduanya masih lanjut dan sering bermain bersama.
Dia menceritakan, bahwa Ferdy Sambo memilih jurusan Biologi karena bercita-cita jadi dokter atau jadi polisi. “Kalau tidak lulus di Akabri, dia mau masuk kuliah kedokteran,” ucapnya.
Agussalim juga mengaku kaget ketika mendengar berita Ferdy Sambo terkena masalah. Menurutnya, semasa dia mengenal Ferdy Sambo sejak sekolah, dia termasuk sosok teman yang baik, tidak pernah bermasalah dengan teman-temannya. “Peppi itu penyayang dan tidak temparamen, sehingga dia banyak disukai teman-temannya,” ujarnya.
Dia juga menggaransi, bahwa semasa di Smansa, Ferdy tidak pernah memukul juniornya atau mengganggu orang. Bahkan, kata dia, Ferdy Sambo di sekolah sangat gaul dan diterima semua orang karena dia selalu bersikap baik dan sopan.
Dia bersama teman-teman Ferdy Sambo di Smansa, merasa prihatin terhadap kasus yang menimpa jenderal polisi berbintang dua itu. “Kami doakan dan terus memberikan dukungan moril, semoga Peppi bisa melalui ujian ini,” ujar Agussalim.
Diketahui, bekas Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, setelah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan ajudannya, Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, di rumah dinasnya (8/7), lalu.
Motif pembunuhan itu, diduga disebabkan karena motif penegakan harga diri (siri’ na pacce) yang biasa dilakukan lelaki Bugis-Makassar-Toraja-Mandar jika harga diri keluarganya dicabik-cabik. (roma)