Andi Amran Sulaiman Lunasi Hutang ‘Tragedi IRT’ di Pinrang, Anaknya Diberi Bea Siswa

Andi Amran Sulaiman bersama putra dan putri almarhumah BR di Menara ASS Building. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Menteri Pertanian RI 2014-2019, Andi Amran Sulaiman, berempati terhadap Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial BR (37) yang bunuh diri di Kabupaten Pinrang, karena terlilit hutang pada rentenir.
Mendengar kabar ada IRT meracuni dua orang anaknya yang masih balita, lalu sang ibu menyusul melakukan bunuh diri dengan cara menggantung dirinya,Andi Amran Sulaiman langsung mengundang suami BR, Abdul Samad (39), dan dua anaknya yang sudah remaja. Mereka diminta ke menara ASS Building, Kamis (22/9/2022).
“Kami turut berbelasungkawa, turut berduka cita kepada Almarhumah BR, semoga diampuni dosa-dosanya dan Damai di Sisi Allah SWT,” kata Andi Amran Sulaiman.
Mengetahui cerita melalui medsos sehingga BR meracuni kedua anaknya lalu bunuh diri itu, Andi Amran pun menyelesaikan semua hutang BR ke pihak lain, termasuk membayarkan angsuran kreditnya di salah satu Bank.
Diketahui, Almarhumah BR selama hidupnya, berhutang ke sejumlah rentenir untuk membayar angsuran kredit usaha di salah satu Bank milik pemerintah.
“Kita mau meringankan beban almarhumah BR. Hutangnya ke pihak non bank kami langsung bayarkan. Kecuali di Bank, cicilannya kita bayarkan setahun, dan suaminya, diberi kesempatan untuk bekerja,” ujar Founder Tiran Group itu.
Selain menyelesaikan hutang BR ke sejumlah rentenir dan meringankan pembayaran Kredit Bank almarhumah itu, Andi Amran Sulaiman juga memberikan bantuan 5 ekor kambing.
Untuk kedua anak BR dan Samad yang masih Kelas II SMA dan SMP itu, juga masing-masing diberi bantuan bea-siswa agar keduanya melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi.
“Kami ingin melihat kedua anak almarhumah ini bisa menyelesaikan sekolahnya dan kami menggaransi keduanya nanti bisa bekerja di perusahaan ini. Kami terima,” ujarnya.
Diketahui, sebelumnya, seorang IRT inisial BR tewas gantung diri di rumahnya, Kelurahan Fakkie, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, pada Senin (19/9/2022) pukul 11.00 WIB.
Sebelum gantung diri, BR terlebih dulu meracuni dua putranya yang masih belia, MD (8) dan MN (5), Berdasarkan wasiat peninggalan almarhumah, diduga bunuh diri karena dililit hutang. (asrul nurdin)