Aktivis 98 Angkat Suara: Yang Ingin Kembali ke Pemilu Tertutup Itulah Pengkhianat Reformasi!

Direktur Eksektuf PILHI, Syamsir Anchi. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Aktivis 98 Syamsir Anchi angkat suara terkait wacana Pemilu 2024 kembali ke sistim proporsional tertutup.
Pada sistim ini, pemilih hanya memilih Partai Politik dan tidak memilih calon legislatif (Caleg). Sistim proporsional tertutup, Caleg hanya ditunjuk oleh partai politik.
Menurut Syamsir Anchi, wacana yang disampaikan Ketua KPU Hasyim Asy’ari itu adalah kemunduran demokrasi di Indonesia.
“Pada sistim Pemilu dengan proporsional tertutup, yang akan terjadi wakil-wakil rakyat tidak dikenal oleh rakyat. Ini karena rakyat hanya nyoblos tanda gambar partai. Yang terpilih dasarnya adalah nomor urut yang ditentukan oleh Parpol,” kata Syamsir Anchi.
Direktur Eksekutif Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia (PILHI) ini menilai, dengan sistim Pemilu seperti di era Orde Lama dan Orde Baru itu, oligarki partai akan semakin merajalela dan kader-kader partai akan kehilangan akar karena mereka akan berjuang ke partai untuk dapat nomor urut bukan mengakar ke rakyat.
“Caleg tidak penting branding ke rakyat, tinggal memasang gambar partai dan tokoh partai saja. Partai menang, Caleg nomor urut 1 terpilih, meskipun yang kerja keras Caleg  nomor urut di bawahnya,” ungkapnya.
Terkait desakan elit partai tertentu yang menginginkan Pemilu 2024 kembali ke sistim poporsional tertutup, kata Anchi, itu menandakan para pendosa demokrasi dan pengkhianat reformasi masih memiliki peran, sehingga mereka masih ngotot mengembalikan sistim demokrasi kembali ke masa politik otoriter berjaya.
“Hak rakyat untuk memilih langsung wakilnya mau dikebiri dengan mundur ke sistem proporsional tertutup. Ini sama dengan membunuh demokrasi,” pungkasnya. (roma)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini