Konfrontasi Militer Rusia – AS Semakin Sulit Dibendung

Vladimir Putin dan Joe Biden. (Foto Google diedit)
menitindonesia, JAKARTA – Kepala Non-proliferasi Nuklir Kementerian Luar Negeri Rusia, Vladimir Yermakov, melalui kantor berita negara Rusia, mengatakan, risiko konfrontasi militer antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) terus meningkat.
“Washington meningkatkan risiko perang nuklir melalui perilakunya dengan Moskow,” kata Vladimir Yermakov, Selasa (25/4/2023).

BACA JUGA:
Rusia Ancam Ledakkan Gedung ICC di Belanda, Karim Khan: Saddam Husain Saja Bisa Digantung, Apalagi Cuma Putin

BACA JUGA:
ICC Perintahkan Tangkap Presiden Rusia Vladimir Putin

Sejak dimulainya invasi ke Ukraina 14 bulan lalu, kata Yermikov, nasib START (perjanjian senjata nuklir) bisa buyar jika AS terus melakukan konfrontasi dengan Rusia.
“Karena sikap konfrontasi AS itu, Rusia sekarang menolak melakukan pertukaran data kekuatan nuklir,” ujar Yermikov.
Diplomat Rusia itu tidak memberikan perincian dugaan pendekatan konfrontatif AS dalam kutipan dari wawancara TASS yang diterbitkan sejauh ini.
“Ancaman paling akut saat ini terkait dengan bahaya eskalasi nuklir akibat konfrontasi militer langsung antara kekuatan nuklir,” kata Yermakov.
Dan risiko ini, lanjut dia, sangat disesalkan karena terus berkembang. Menurut Yermikov, Moskow dan Beijing akan menilai potensi keterlibatan Barat dalam perluasan global sistem anti-rudal AS, yang jelas merusak stabilitas strategis. (roma)