Mobil Presiden Tersangkut di Jalan Rusak, Aktivis 98: Kalau Gubernur Lampung Punya Harga Diri, Sebaiknya Letakkan Jabatan

Mobil RI-1 yang dikendarai Presiden Jokowi kandas di atas jalan rusak di Provinsi Lampung. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Mobil Kepresidenan RI-1 yang dinaiki Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendadak viral di media sosial saat melintasi Jalan Terusan Ryacudu, Lampung Selatan, Jumat (5/5/2023), sore, kemarin.

BACA JUGA:
Gagal Jadi Dokter, Chaidir Syam Sukses Terpilih Jadi Bupati Maros

Video mobil RI-1 yang tersangkut di jalan berlubang-lubang dan rusak parah itu, beredar di TikTok dan di WhatsApp Group (WAG). Netijen pun meresponnya dengan memberikan penilaian kepada Gubernur Lampung sebagai Gubernur paling gagal di muka bumi.

BACA JUGA:
Aktivis 98 Makassar Gagas Jalan Santai 25 Tahun Reformasi, Hadiahnya Mobil, Motor dan Umroh

IMG 20230506 WA0001 e1683323111992
Presiden Jokowi turun dari mobilnya melihat langsung kondisi jalan yang tidak pernah diperbaiki. Warga pun ada yang berteriak melaporkan kegagalan gubernurnya. (ist)
Dalam video berdurasi 20 detik itu, Jokowi nampak membuka pintu belakang sebelah kiri mobil. Ia mengecek kondisi di bawah mobilnya lalu kembali menutup pintu sembil gelengkan kepala.
Saat bunper mobilnya kandas di jalan yang berlubang-lubang, Jokowi sempat ingin turun.
Dalam rundown acara, usai mengunjungi Pasar Natar, Jokowi direncanakan melalui Jalan Terusan Ryacudu yang melewati exit Tol Kota Baru. Tapi, tiba-tiba kendaraan presiden bersama rombongan menuju akses jalan Kota Baru, Lampung, yang selama ini viral karena sudah 10 tahun tak pernah diperbaiki.
Gubernur Lampung, Ir H Arinal Djunaidi tak menyangka jika Jokowi akan melalui jalan yang disoroti oleh TikToker, Bima, seorang mahasiswa asal Lampung yang kuliah di Australia.
“Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR segera memperbaiki sejumlah ruas jalan yang rusak di Provinsi Lampung,” kata Jokowi di hadapan warga yang disaksikan oleh Arinal Djunaidi.
Sementara itu, pentolan aktivis 98 di Kota Makassar, Syamsir Anchi, mengatakan, mencuatnya jalan rusak di Provinsi Lampung dan ramainya keluhan warga, menandakan kepemimpinan Ir H Arinal Djunaidi sebagai gubernur gagal total.
“Kalau Arinal punya harga diri, sebaiknya dia mundur. Tak ada lagi nilainya dia jadi Gubernur. Semua warganya meledeknya di medsos, dia dianggap gagal total membangun lampung, lebih terhormat kalau dia mundur,” ujar Syamsir Anchi.
Tak hanya itu, lanjut Syamsir Anchi, sejumlah kasus korupsi juga mencuat di Provinsi Lampung, ditambah kegemaran pejabatnya melakukan flexing di medsos. Bahkan Anchi menilai, Arinal Djunaidi tidak memiliki karakter leadership yang baik.
“Malah orang tua Bima, anak muda yang mengeritiknya, dia teror. Mestinya dia berterima kasih. Kan jauh lebih terhormat itu Wagubnya Chusnunia Chalim, yang memerintahkan Bupati di sana menjamin keamanan keluarga Bima setelah diteror teror Gubernur Lampung,” ujarnya.
Selain itu, Syamsir Anchi juga mendesak Ketua KPK Firli Bahuri┬ámembentuk tim penyelidik untuk mengusut dugaan korupsi ugal-ugalan di Provinsi Lampung. “KPK jangan tinggal diam, kan sudah banyak bukti permulaan adanya indikasi korupsi di Provinsi Lampung,” ucapnya. (andi endeng)