Memahami Makna Mimpi SBY: Selangkah Lagi Rekonsiliasi Pemimpin Nasional

Peneliti LKP, Muhammad Asrul Nurdin. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengunggah mimpinya mendatangi rumah Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri bersama Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Meski mimpi dianggap sebahagian masyarakat sebagai bunga-bunga tidur, namun masih ada memaknai sebuah mimpi memiliki arti dan makna.
Peneliti Yayasan Lembaga Kajian Pembangunan (LKP) Muhammad Asrul Nurdin, S.Pd, mengatakan bahwa mimpi tidak bisa dikupas melalui pendekatan teori psikoanalisis Sigmund Freud atau mimpi SBY ini, tidak bisa serta-merta ditafsirkan dengan primbon Jawa.

BACA JUGA:
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto: Terbuka Peluang Pertemuan Mega-SBY

“Mimpi SBY ini masuk dalam bingkai politik nasional, jangan ditafsirkan pakai pendekatan psikoanalisisnya Freud atau memaknai mimpi lewat primbon Jawa. Bisa sesat. Ini harus dipahami dalam kerangka perkembangan politik nasional,” kata Muhammad Asrul, S,Pd, saat dimintai analisisnya terhadap mimpi SBY, Selasa (20/6/2023).

BACA JUGA:
SBY: Jokowi Datang ke Cikeas, Lalu Saya Sama-Sama ke Rumah Ibu Mega. Selanjutnya Kami ke Gambir

Bahkan, kata dia, mimpi SBY bukan sekedar ilusi pikiran seperti disebutkan dalam ilmu neurobiologis dari implus listrik otak yang menarik pikiran dari informasi dan ingatan. Namun, dia menilai mimpi SBY itu adalah ungkapan visi kebangsaan, di mana SBY menginginkan rekonsiliasi nasional agar Pemilu 2024 berlangsung damai dan tidak menimbulkan keterbelahan di tengah masyarakat.
“Saya membaca mimpi SBY itu sebagai ungkapan harapan terlaksananya Pemilu 2024 secara damai, jujur dan adil. Mantan Presiden yang masih hidup saat ini adalah Ibu Mega dan Pak SBY. Dia berharap, hubungan semua mantan Presiden, termasuk Jokowi jika sudah selesai nanti, tetap harmonis termasuk dengan presiden ke-8, presiden baru nanti,” ungkap Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ikhwan Maros itu.
Selain itu, cendekiawan yang juga jurnalis ini mengatakan, ungkapan mimpi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu, ditanggapi secara cerdas oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, yang langsungan memberi respon, bahwa harapan pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati dengan SBY terbuka lebar.
“Ini artinya, berawal dari sebuah mimpi, lahirlah pertemuan dan rekonsiliasi secara elegan antara para mantan presiden dan presiden. Misi kebangsaan Indonesia maju harus didukung secara bersama. Semoga ini bisa diwujudkan oleh Demokrat dan PDIP,” jelasnya. (andi endeng)