Tak Direstui Anies Maju di Pilgub Jakarta, Sudirman Said Daftar Capim KPK

FOTO: Sudirman Said, resmi daftar capim KPK. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Sudirman Said mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029, Senin (15/7/2024).
Sudirman mendaftarkan diri sebelum pendaftaran Capim dan Dewan Pengawas (Dewas) KPK ditutupu pada hari ini. Ia mengklaim, sejumlah masyarakat sipil, pegiat antikorupsi dan akademisi hingga aktivis mendorongnya untuk mengikuti seleksi capim KPK.
BACA JUGA:
Hari Terakhir Pendaftaran, Empat Anggota IM57+ Institute Daftar Jadi Capim KPK
Dari sekian banyak dorongan publik kepada Sudirman Said, di antaranya Gerakan Kembalikan KPK pada Rakyat (Reclaim KPK), organisasi pemberantasan korupsi IM57 Institute, Transparency International Indonesia (TII), Yayasan Forum Indonesia Muda, akademisi seperti pakar hukum tata negara Feri Amsari, hingga aktivis muda Muhammad Khalid (Ketua BEM KM UGM 2022) yang meminta secara langsung agar Sudirman ikut mendaftarkan sebagai capim KPK.
BACA JUGA:
Ilmuwan Dunia Kutuk Penembakan Donald Trump, Sebut Pelaku Mengidap Gejala Schizophrenia Paranoid
Sudirman Said dinilai memiliki integritas, rekam jejak, independen, berpengalaman, berani dan sudah teruji, serta memiliki manajemen organisasi yang mumpuni, salah satunya Deputi Kepala Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh-Nias 2005-2008.
Dengan rekam jejaknya itu, Sudirman mengatakan, koalisi masyarakat sipil memiliki kepedulian atas komitmen membangun kembali tata kelola dan pemerintahan yang bersih, menjadikan momentum proses seleksi capim KPK untuk kembali memperkuat peran KPK dalam pemberantasan korupsi.
“⁠Saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan harapan baik dari kawan-kawan gerakan masyarakat sipil. Setelah mempertimbangkan banyak saran dan masukan dari berbagai pihak, terutama koalisi masyarakat sipil yang peduli terhadap pemberantasan korupsi, insyaallah saya akan ikut ambil bagian sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengikuti seleksi Capim KPK. Semoga ikhtiar untuk membenahi tata kelola pemerintahan yang bersih ini diberikan kemudahan dan kelancaran,” kata Sudirman Said.
Dia menegaskan, untuk menjadi pimpinan KPK, sebagaimana juga posisi-posisi pimpinan publik lainnya, senantiasa untuk memenuhi kepentingan dan harapan publik, bukan menjadi agenda pribadi. “⁠Beberapa pekan terakhir saya berdiskusi dengan sejumlah pihak yang mewakili pandangan publik, termasuk rekan-rekan gerakan masyarakat sipil. Apabila memang menjadi kehendak publik dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat, saya akan ikut serta dalam seleksi Capim KPK,” ujar dia.
Lebih lanjut, Sudirman menilai bahwa KPK merupakan lembaga negara yang strategis jika dikelola dengan komitmen dan integritas. “Jika presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto berkomitmen membangun kembali tata kelola dan pemerintahan yang bersih, maka proses seleksi Capim KPK akan menjadi momentum untuk penguatan kembali peran KPK,” ujar dia.
Sebelumnya, nama Sudirman Said sempat mengapung sebagai bakal calon gubernur Jakarta. Namun, Sudirman tidak mendapat respon dari Anies Baswedan yang sedianya mendukungnya maju di Pilgub DKI, maka Sudirman pun balik haluan mengincar pimpinan lembaga anti-rasuah itu. “Bila panggilan tugas publik datang, preferensi dan kepentingan pribadi harus disingkirkan,” pungkas dia.
(AE)