menitindonesia, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., mengatakan BPOM RI saat ini ingin melakukan penguatan riset dan melibatkan perguruan tinggi untuk bekerjasama dengan BPOM RI mengenai pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di bidang obat dan makanan.
“Saat ini, salah satu perhatian utama BPOM RI ingin menguatkan riset. Kita mau ajak seluruh perguruan tinggi menjalin kerja sama, memberdayakan masyarakat di bidang obat dan makanan,” kata Taruna Ikrar di Jakarta, Minggu (13/10/2024).
Menurut Taruna, sudah ada memorandum of understanding (MoU) BPOM tentang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di bidang obat dan makanan. Dalam kerja sama ini, ungkap dia, BPOM mensupport sumber daya manusianya dan pembiayaan yang dibutuhkan.
Ia juga mengungkapkan, sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Islam Makassar (UIM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Intitute Teknologi Bandung (ITB), saat ini sudah mengajukan permohonan kerjasama dengan BPOM. “Ini akan segera kita bahas dengan kedua belah pihak,” ujar Taruna.
Taruna menjelaskan, draft kerja sama dengan BPOM yang dimaksudnya, menitikberatkan pada lingkup pengembangan dan peningkatan SDM di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan riset inovatif. “Untuk mengedukasi masyarakat menjadi konsumen yang sehat, mutlak diperlukan kerjasama dan kolaborasi dengan perguruan tinggi,” kata dia.
Dalam hal ini, lanjut Taruna, pihaknya akan mendorong kontribusi akademisi dalam mendukung program-program BPOM untuk menjamin obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman, memiliki efikasi dan berkualitas tinggi.
“Ke depan, kita harap ada kerja sama di bidang riset ini, supaya nanti bisa melahirkan SDM yang kompeten dan bersaing,” ujar Taruna yang juga dikenal sebagai ilmuwan dunia ini.