Usai Viral, Bupati Maros Janjikan Bedah Rumah Warga Yang Nyaris Roboh di Bontoa

Kepala Dusun Panaikang, Desa Pajukukang, Usman menunjukkan rumah milik keluarga Harlina yang nyaris roboh. (Bkr)
menitindonesia, MAROS – Setelah viral, Bupati Maros, Chaidir Syam akhirnya merespons kondisi satu keluarga yang tinggal di sebuah rumah reyot di desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa. Chaidir berjanji akan segera menangani hal itu.
Chaidir mengaku, pihaknya selama ini tidak pernah mendaptkan laporan terkait kondisi keluarga itu dari pemerintah setempat.
“Kami sudah menerima laporannya. Dinas Sosial sudah turun langsung memberikan bantuan awal dan Pak Camat juga sudah melakukan identifikasi di lokasi,” kata Chaidir Syam, Jumat (18/4/2025).
“Kalau dari awal ada laporan, pasti kami langsung tindak lanjuti,” tambahnya.

BACA JUGA:
Kadus Sesalkan Janji Bantuan Tak Kunjung Datang untuk Warganya yang Tinggal di Rumah Reyot

Untuk penanganan lebih lanjut, Chaidir mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Baznas Maros. Ia menyebut, rumah milik Yaco dan Harlina itu bisa dimasukkan dalam program bedah rumah.
“Jika memang rumah itu berdiri di atas lahan milik sendiri dan ada alas hak seperti sertifikat, maka bisa diusulkan masuk program bedah rumah dari Pemda atau Baznas,” jelasnya.
Chaidir menyebut, nilai bantuan bedah rumah bervariasi, tergantung hasil RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang disepakati.

BACA JUGA:
Kisah Satu Keluarga di Maros Tinggal di Rumah Reyot, Pinjam Uang Untuk Beli Beras Seliter

“Kalau rumahnya berat, bisa sampai Rp50 juta. Kalau ringan, sekitar Rp25 juta. Nanti kita sinergikan apa yang bisa dibantu oleh Pemda dan apa yang bisa ditangani Baznas,” tandasnya.
Berbeda dengan pengakuan Bupati, Kepala Dusun Panaikang, Usman mengaku sudah berkali-kali mengajukan permohonan bantuan bedah rumah terhadap warganya itu, namun tak kunjung terealisasi.
“Sudah beberapa kalimi, sudah datang petugas pergi poto-poto mendata, tapi sampai sekarang tidak adaji juga apa-apa,” kata Usman.
Sebelumnya diberitakan, satu keluarga yang terdiri dari 6 orang tinggal di sebuah rumah yang nyaris roboh. Lantai papannya bolong sementara hampir seluruh sengnya sudah bocor. Saat hujan, seisi rumah pun jadi basah kuyup.
Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk sekadar membeli beras satu liter saja, terkadang keluarga ini harus berhutang ke tetangga.