Wali Kota Makassar Beri Catatan Soal Penerangan Hingga Parkiran di Gelaran MHM 2025

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat memberikan hadiah kepada para juara MHM 2025. (Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ajang lari tahunan Makassar Half Marathon (MHM) 2025 sukses digelar pada Minggu, 1 Juni 2025, dengan antusiasme luar biasa dari sekitar 10.000 pelari lokal maupun mancanegara.
Sejak dini hari, ribuan peserta memadati lintasan, menandai peningkatan minat terhadap ajang olahraga prestisius di Kota Makassar ini.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi penyelenggaraan MHM tahun ini. Ia menilai standar pelaksanaan mulai menunjukkan peningkatan, namun menyoroti beberapa aspek infrastruktur yang masih perlu dibenahi.
“Saya melihat standar event-nya sudah membaik. Tapi penerangan jalan masih jadi perhatian, terutama di beberapa titik yang gelap pada saat start dini hari,” katanya.
Selain penerangan, Munafri juga menyoroti kondisi jalan berlubang dan persoalan parkir yang mengganggu kelancaran lomba.

BACA JUGA:
Meriah! Ribuan Pelari Ramaikan MHM 2025, Munafri Arifuddin Finish di 10 K

Ia menyebut lubang jalan membuat pelari kehilangan waktu dan konsentrasi, sementara parkir di kiri-kanan jalan mempersempit lintasan, terutama saat peserta masih berlari dalam kelompok besar.
“Bottleneck di beberapa titik juga harus diantisipasi lebih baik ke depannya. Apalagi saat half marathon, rute lebih panjang dan bersinggungan dengan aktivitas warga yang mulai padat di pagi hari,” tambahnya.
Meski demikian, MHM 2025 dinilai berhasil memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Menurut estimasi Pemkot Makassar, total pengeluaran peserta bisa mencapai Rp30 miliar, dengan rata-rata Rp3 juta per orang untuk akomodasi, konsumsi, dan belanja oleh-oleh.
Munafri menyebut event ini menjadi peluang besar untuk mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata lokal. Ia melihat keterlibatan brand lokal dan antusiasme anak muda sebagai potensi besar yang harus terus dikembangkan.
“Harapannya, bukan hanya meningkatkan kualitas event, tapi juga memaksimalkan dampak ekonomi. Hotel penuh, restoran ramai, pusat oleh-oleh kebanjiran pembeli,” katanya.
Ia juga menyinggung potensi wisata bahari Makassar yang dinilai masih perlu digarap serius. Namun ia mengingatkan, kesiapan infrastruktur adalah kunci sebelum mengundang lebih banyak wisatawan.
Makassar Half Marathon kini disebut-sebut sebagai salah satu ajang lari terbesar di Indonesia Timur, dan diharapkan terus berkembang menjadi ikon sport tourism yang mendunia.