Taruna Ikrar Dorong Kosmetik Lokal Jadi Raja di Negeri Sendiri: BPOM Tinjau Pabrik Paragon

Taruna Ikrar saat meninjau fasilitas riset Paragon, dorong standardisasi dan inovasi industri kosmetik lokal.
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar meninjau fasilitas Paragon di Tangerang, mendorong industri kosmetik lokal naik kelas lewat inovasi, standardisasi, dan jaminan halal. Targetnya: Indonesia jadi raja kosmetik di negeri sendiri.
menitindonesia, TANGERANG — Ada yang berbeda pagi itu di kawasan industri Cikupa, Tangerang. Fasilitas riset milik PT Paragon Technology and Innovation. Bukan cuma menjadi ruang produksi kosmetik, tapi menjadi saksi bagaimana negara hadir mendorong industri dalam negeri menjadi pemain global.
BACA JUGA:
Prabowo Kenang Kwik Kian Gie: Beliau Pertahankan Pasal 33 UUD 1945, Ekonomi Pancasila
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Taruna Ikrar datang langsung memantau aktivitas produksi dan riset Paragon—salah satu produsen kosmetik terbesar di Indonesia yang dikenal melalui brand seperti Wardah, Emina, dan Make Over.
Didampingi Deputi 2 BPOM Kashuri dan Direktur Pengawasan Kosmetik Bagus Kusuma Dewa, Taruna menegaskan peran strategis lembaganya tak hanya sebagai pengawas, tapi juga penggerak kemajuan industri kosmetik nasional.
“Kami datang bukan semata mengawasi, tapi ingin memastikan industri ini tumbuh dengan standar tinggi, inovatif, dan aman bagi masyarakat,” ujar Taruna kepada media, Rabu (30/7/2021).

Industri Kosmetik: Dari Rumah Tangga ke Forum Dunia

Kunjungan itu menyentuh berbagai fasilitas penting, seperti semisolid lab, emulsion lab, liquid surfactant lab, hingga stability test lab. Tim riset Paragon memaparkan bagaimana inovasi terus dikejar untuk memenuhi kebutuhan pasar yang makin sadar terhadap kualitas, keamanan, dan kehalalan produk.
BACA JUGA:
Prabowo Apresiasi PM Anwar Ibrahim Selesaikan Konflik Thailand dan Kamboja
CEO Paragon Harman Subakat membeberkan sejarah brand ini yang dimulai dari industri rumahan pada 1985. Kini, mereka mengelola 14 merek, mempekerjakan lebih dari 15.000 karyawan, serta memiliki 43 pusat distribusi di Indonesia dan Malaysia.
“Kami membawa misi menjadikan Indonesia kiblat kosmetik halal dunia,” ujar Harman.
Wakil CEO Sari Chairunnisa menambahkan, Paragon aktif terlibat dalam forum global seperti The Business of Beauty Global Forum 2025. Di sana, kosmetik Indonesia unjuk gigi sebagai produk yang berkualitas sekaligus religius.

Standar Global, Regulasi Ketat, dan Harapan Menjadi Raja di Negeri Sendiri

Kepala BPOM menegaskan, kosmetik bukan cuma produk gaya hidup, tapi bagian penting dari kesehatan publik. Oleh karena itu, penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB), riset, serta jaminan halal menjadi syarat mutlak.
“Kosmetik bukan cuma perempuan dewasa. Semua usia memakainya, dari bayi sampai lansia. Maka harus aman, bermanfaat, dan bermutu tinggi,” tegas Taruna.
Ia menyebut Paragon sebagai contoh sukses yang tumbuh alami karena riset dan inovasi. Tantangan pandemi yang memaksa digitalisasi justru menjadi peluang pertumbuhan signifikan.
Taruna menutup kunjungan dengan pesan strategis: “Indonesia harus jadi raja kosmetik di negeri sendiri. Kita tidak boleh hanya jadi pasar. Kolaborasi antara negara dan pelaku usaha seperti Paragon adalah kunci.” (andi esse)