Sejarah Hari ini: Tragedi Bom Hiroshima dan Akhir Perang Dunia II

Ilustrasi AI
menitindonesia, JAKARTA – Hari ini, 6 Agustus 2025, dunia memperingati 80 tahun tragedi kemanusiaan paling memilukan dalam sejarah modern: pengeboman atom atas kota Hiroshima oleh Amerika Serikat pada tahun 1945.
Tepat pukul 08.15 pagi waktu setempat, pesawat pembom B-29 bernama Enola Gay menjatuhkan bom uranium yang diberi nama “Little Boy” di atas kota yang saat itu sedang memulai hari seperti biasa. Hanya dalam 43 detik, bom meledak di udara pada ketinggian 600 meter, melepaskan panas lebih dari 4.000°C dan kekuatan setara 15 kiloton TNT.
Akibat ledakan tersebut, lebih dari 70.000 orang tewas seketika. Dalam beberapa bulan berikutnya, jumlah korban bertambah dua kali lipat akibat radiasi, luka bakar, dan penyakit. Kota Hiroshima berubah menjadi lautan api dan puing-puing. Tubuh manusia hangus tanpa bentuk, dan bayangan mereka membekas di dinding beton, menjadi saksi bisu sejarah.
“Saya masih anak-anak saat itu. Saya melihat cahaya putih, lalu semua gelap. Ketika sadar, rumah saya telah hilang, orang tua saya tak pernah ditemukan,” kenang Hiroshi Nakamoto, 87 tahun, salah satu hibakusha (penyintas bom atom).

BACA JUGA:
25 Juli 1943: Hari Kejatuhan Mussolini, Titik Balik Sejarah Perang Dunia II

Awal Konflik: Serangan ke Pearl Harbor (7 Desember 1941)
Pada pagi hari 7 Desember 1941, Jepang secara mengejutkan menyerang pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii. Serangan udara yang dilakukan oleh lebih dari 350 pesawat tempur ini menghancurkan delapan kapal perang dan menewaskan lebih dari 2.400 tentara dan warga sipil Amerika.
Serangan ini memicu deklarasi perang dari Amerika Serikat terhadap Jepang pada 8 Desember 1941, yang secara resmi menyeret AS ke dalam Perang Dunia II, khususnya di wilayah Pasifik.
Perang Pasifik dan Pertempuran Berdarah
Dalam empat tahun setelah Pearl Harbor, konflik antara Jepang dan Sekutu berlangsung brutal. Beberapa peristiwa penting antara 1942–1945:
  • Pertempuran Midway (1942): Titik balik di Pasifik, di mana Angkatan Laut AS menghancurkan empat kapal induk Jepang.
  • Kampanye Guadalcanal dan Iwo Jima: Perang darat yang memakan korban besar dari kedua belah pihak.
  • Pemboman Tokyo (1945): Amerika melakukan serangan udara besar-besaran terhadap kota-kota Jepang dengan bom pembakar, yang menewaskan ratusan ribu warga sipil.
Proyek Manhattan dan Lahirnya Bom Atom
Sementara perang terus berkecamuk, Amerika Serikat secara rahasia mengembangkan senjata paling mematikan di bawah Proyek Manhattan, program riset ilmiah dan militer terbesar pada masanya, dipimpin oleh fisikawan J. Robert Oppenheimer.
Pada 16 Juli 1945, bom atom pertama diuji coba di Trinity Site, New Mexico. Uji coba itu sukses dan membuka jalan bagi penggunaan senjata nuklir dalam perang nyata.
Bom Atom di Hiroshima: 6 Agustus 1945
Tanggal 6 Agustus 1945, pukul 08.15 waktu Jepang, pesawat B-29 Enola Gay menjatuhkan bom uranium “Little Boy” di atas kota Hiroshima, rumah bagi 350.000 penduduk dan basis militer.
Akibatnya:
  • 70.000–80.000 orang tewas seketika.
  • Lebih dari 140.000 korban jiwa dalam hitungan bulan akibat luka bakar, radiasi, dan kanker.
  • Kota hancur total dalam radius 1,6 km dari pusat ledakan.
Bom Atom di Nagasaki: 9 Agustus 1945
Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus 1945, bom plutonium kedua yang diberi nama “Fat Man” dijatuhkan di kota Nagasaki, kota pelabuhan penting di selatan Jepang.
  • Sekitar 40.000 orang tewas langsung, dan jumlah korban meningkat menjadi lebih dari 70.000 jiwa beberapa bulan kemudian.
  • Kota itu awalnya bukan target utama; Kokura adalah target pertama, namun cuaca buruk memaksa pilot beralih ke Nagasaki.
Jepang Menyerah: 15 Agustus 1945
Setelah dua bom atom menghancurkan dua kota besar dalam waktu kurang dari seminggu, ditambah tekanan dari Uni Soviet yang menyatakan perang terhadap Jepang, Kaisar Hirohito akhirnya menyerah tanpa syarat pada 15 Agustus 1945.
Pernyataan itu disiarkan melalui radio menjadi kali pertama rakyat Jepang mendengar suara Kaisar secara langsung. Penandatanganan resmi dilakukan pada 2 September 1945 di atas kapal USS Missouri, menandai akhir Perang Dunia II.