Bahas Mood Swings hingga Pertemanan, PKM KEMAL UMMA Diikuti Antusias Siswa SMAN 3 Maros

menitindonesia, MAROS – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar mahasiswi KEMAL UMMA di SMAN 3 Maros berlangsung meriah pada Jumat,(07/11/2025).
Tahun ini, PKM mengangkat tema “Mood Swings & Friendship Things: Seminar Psikologis Mengelola Emosi di Kalangan Remaja” dan diikuti siswa kelas X dan XI.
Ketua KEMAL UMMA SMAN 3 Maros, Umma Syaharani, mengatakan tema tersebut dipilih berdasarkan hasil pengamatan selama lebih dari satu bulan menjalani program pendampingan di sekolah.
“Kami melihat apa yang paling dibutuhkan siswa. Tema ini sangat relevan dengan kondisi remaja, terutama terkait emosi dan pertemanan,” ujarnya.
Seminar dibawakan oleh dosen pendamping lapangan, Ita Suryaningsih, S.Psi., M.A. Ia menjelaskan konsep dasar emosi sebagai reaksi alami tubuh dan pikiran yang dipengaruhi pengalaman, suasana hati, dan lingkungan. Dalam pemaparannya, siswa diperkenalkan empat zona emosi: zona biru (sedih, bosan, energi rendah), zona hijau (tenang dan fokus), zona kuning (gugup atau bersemangat), dan zona merah (marah, takut, panik).

BACA JUGA:
Summarecon Makassar Convention Center Diresmikan Wali Kota, Daya Tampung Capai 8 Ribu Orang

Ita juga memaparkan alasan remaja kerap mengalami perubahan emosi cepat, mulai dari pengaruh hormon pubertas, tekanan sosial, hingga proses pencarian jati diri. Siswa ikut mempelajari peran amigdala sebagai pusat alarm, prefrontal cortex sebagai pengendali logika, dan sistem limbik yang membuat perasaan lebih intens.
Seminar yang ditujukan membantu siswa memahami kondisi emosional ini disambut antusias. Sejumlah siswa aktif bertanya, terutama terkait pengalaman pribadi mereka dalam mengelola emosi dan menghadapi dinamika pertemanan.
Salah satu peserta, Nur Asyiah, mengaku mendapat manfaat besar dari kegiatan tersebut.
“Setelah ikut seminar, saya jadi lebih paham cara mengelola emosi supaya tidak mudah tersinggung, dan bagaimana membangun pertemanan yang sehat,” ungkapnya.
Melalui PKM ini, para mahasiswi UMMA berharap siswa dapat lebih mengenali perubahan emosi, memahami cara meresponsnya, serta membangun hubungan sosial yang positif di sekolah.