Seleksi Kepsek Makassar Disorot Publik, Sekda Sebut Lebih Gaduh dari Lurah

Ilustrasi (AI)
menitindonesian, MAKASSAR – Proses seleksi calon kepala sekolah (kepsek) di Kota Makassar menuai sorotan publik. Isu ini bahkan ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai spekulasi.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, mengaku heran dengan tingginya perhatian publik terhadap proses seleksi kepsek tersebut.
“Terus terang saya juga heran. Kepala sekolah ini ribut-ributnya luar biasa, bahkan kalah-kalah viral dengan lurah,” kata Zulkifli, Rabu (7/1/2026).
Zulkifli menegaskan, proses seleksi telah berjalan sesuai tahapan yang sistematis dan transparan. Seleksi dilakukan oleh Tim Seleksi (Timsel) yang dipimpin Idris dan kini telah memasuki tahap akhir.

BACA JUGA:
Wali Kota Makassar Dorong Kolaborasi Kampus untuk Ketahanan Pangan dan UMKM

“Penilaiannya sudah ada. Kami membagi dalam empat kategori, yakni sangat direkomendasikan, direkomendasikan, dipertimbangkan, dan tidak direkomendasikan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, lebih dari 300 peserta mengikuti seleksi tersebut. Seluruh peserta dinilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, lalu dirangkum dalam daftar hasil seleksi sesuai kategori penilaian.
Hasil seleksi selanjutnya akan diajukan kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk mendapat persetujuan akhir. Setelah itu, data akan dimasukkan ke dalam sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk diverifikasi.
“Setelah rekomendasi dari BKN keluar, barulah Pak Wali melakukan pelantikan,” ujar Zulkifli.
Terkait peserta yang masuk kategori dipertimbangkan, Zulkifli menegaskan keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan wali kota.
“Yang tidak direkomendasikan tentu tidak akan digunakan. Sedangkan yang dipertimbangkan, itu kembali ke kebijakan Pak Wali,” tegasnya.
Pemerintah Kota Makassar menargetkan pelantikan kepala sekolah dapat dilakukan secepatnya, idealnya pada Januari atau Februari 2026, sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Kami berharap pelantikan bisa dilakukan di awal tahun agar roda organisasi pendidikan berjalan optimal, tentu tetap menunggu tahapan dari BKN,” pungkas Zulkifli.