menitindonesia, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Tri Sulkarnain Ahmad, kembali menyerap aspirasi warga dalam Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Anggaran 2025/2026. Kegiatan tersebut digelar di Kompleks Perumahan Mangga 3 Blok G5 No 14, RT 05 RW 06, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (14/2/2026).
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi, mulai dari infrastruktur jalan, layanan air bersih, penanganan sampah, hingga program bantuan sosial dan pendidikan.
Legislator yang duduk di Komisi A DPRD Makassar itu meminta masyarakat memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan kebutuhan yang belum terealisasi.
“Saya berharap kekurangan yang belum tersampaikan bisa disampaikan saat reses ini. Masih ada sekitar 100 meter jalan yang belum diperbaiki dari ruas yang sudah dikerjakan, ini akan kita dorong agar dituntaskan,” ujarnya.
Ia mengakui sebagian perbaikan jalan di wilayah tersebut sudah terealisasi, termasuk ruas yang sebelumnya rusak puluhan tahun. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa aspirasi warga yang disampaikan dalam reses dapat ditindaklanjuti pemerintah.
“Kita patut bersyukur karena perbaikan jalan yang puluhan tahun rusak kini sudah dikerjakan. Ini bukti aspirasi warga bisa direspons,” katanya.
Selain jalan, layanan air bersih dari PDAM Makassar juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan distribusi air yang belum stabil karena jaringan terbagi antara kawasan BTP dan Mangga Tiga.
Tri menyebut persoalan tersebut akan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar pasokan air bersih bisa lebih merata.
Keluhan lain yang mencuat adalah genangan air di sejumlah titik serta evaluasi program bantuan pendidikan yang dinilai berkurang. Ia memastikan akan mengawal program beasiswa bagi siswa kurang mampu.
“Untuk beasiswa, saya siap membantu. Setiap tahun bisa dua kali penyaluran, khususnya bagi warga yang membutuhkan di wilayah ini,” jelasnya.
Persoalan sampah juga menjadi perhatian. Warga menilai program sampah gratis belum dirasakan merata, bahkan di beberapa lokasi biaya justru meningkat. Tri menilai hal ini perlu evaluasi agar tidak membebani masyarakat.
Ia mendorong penambahan armada pengangkut sampah serta kejelasan anggaran perawatan kendaraan operasional.
“Kalau hanya satu armada per kelurahan tentu belum cukup. Kita butuh ratusan motor sampah untuk menjangkau seluruh wilayah. Selain pengadaan, anggaran perawatan juga harus jelas agar armada bisa berfungsi maksimal,” tegasnya.
Terkait persoalan banjir yang belum tuntas, politisi Demokrat itu menilai perlu adanya sinergi lintas pemerintah, baik kota, provinsi, maupun pusat.
“Persoalan banjir ini belum terselesaikan sampai sekarang. Harus ada koordinasi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat supaya solusi yang diambil benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berencana mendorong pemanfaatan program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan dan swalayan di sekitar wilayah tersebut untuk mendukung kegiatan sosial masyarakat, termasuk fasilitas posyandu.
Tri berharap seluruh aspirasi yang disampaikan warga Paccerakkang dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah kota dan instansi terkait, sehingga pelayanan publik di Kecamatan Biringkanaya semakin optimal.