Salat Id di Maros Berlangsung Khidmat, Wabup Ungkap Capaian dan Tantangan Daerah

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur saat mengikuti salat Idul Fitri di lapangan Pallantikang. (ist)
menitindonesia, MAROS – Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah tingkat Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dipusatkan di Lapangan Pallantikang, Kecamatan Turikale, Sabtu (21/3/2026).
Ribuan warga memadati lokasi untuk menunaikan salat Id yang berlangsung khidmat bersama jajaran pejabat daerah.
Bertindak sebagai khatib, Kepala Kantor Kementerian Agama Maros Muhammad Nur Halik. Sementara imam dipimpin qari Maros, Ustaz Tawajjuh.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, Ketua DPRD Maros Muh Gemilang Pagessa, Sekda Maros Andi Davied Syamsuddin, serta Dandim 1422/Maros Letkol Arm Agung Yuhono.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Muetazim Mansyur membacakan sambutan Bupati Maros Chaidir Syam yang tengah menunaikan ibadah umrah.

BACA JUGA:
Jelang Lebaran, ASN Pemkab Maros Boleh WFA 25–27 Maret

Ia menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Maros.
“Idulfitri adalah momentum kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan,” ujarnya.
Ia menegaskan, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, pengendalian diri, disiplin, serta memperkuat keimanan.
Dalam sambutannya, Muetazim juga memaparkan capaian Pemerintah Kabupaten Maros yang baru saja menerima plakat sertifikat menuju Kabupaten Bersih 2026.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, petugas kebersihan, dan partisipasi aktif masyarakat.
“Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, Maros berhasil masuk 35 daerah terbaik,” ungkapnya.
Ia menilai prestasi tersebut menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, ia juga menyinggung satu tahun masa kepemimpinan yang mulai menunjukkan hasil di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Meski di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Muetazim pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah serta menjaga semangat dan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.