menitindoneisia, MAKASSAR – DPRD Kota Makassar menyatakan dukungan terhadap rencana penataan ulang kawasan Pasar Sentral oleh Pemerintah Kota Makassar. Namun, dewan memberi peringatan tegas agar pembenahan tidak berhenti pada tampilan fisik semata.
Revitalisasi pasar tradisional terbesar di Makassar itu dinilai sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali pusat ekonomi rakyat. Meski demikian, perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh.
“Pada prinsipnya kami mendukung penataan ulang Pasar Sentral, karena ini sudah lama dinantikan,” ujar anggota DPRD Makassar, Basdir, Jumat (10/4/2026).
DPRD menyoroti persoalan klasik yang selama ini belum terselesaikan, mulai dari akses jalan, sistem drainase, hingga pengelolaan parkir yang kerap dikeluhkan pedagang dan pengunjung.
“Jangan hanya fokus pada tampilan. Infrastruktur seperti akses jalan, drainase, dan parkiran itu penting untuk kenyamanan,” tegasnya.
Selain infrastruktur, penataan pedagang juga menjadi perhatian serius. DPRD meminta pemerintah memastikan proses relokasi dan pengaturan lapak dilakukan secara tertib agar tidak memicu persoalan baru.
“Penataan pedagang harus jelas dan teratur. Jangan sampai setelah ditata justru menimbulkan kemacetan atau kesemrawutan,” lanjutnya.
DPRD berharap, penataan ulang Pasar Sentral tidak hanya menghadirkan wajah baru, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan daya tarik pasar bagi masyarakat.
“Harapannya, Pasar Sentral kembali menjadi pusat ekonomi yang tertib, nyaman, dan mampu mendorong aktivitas perdagangan,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar berencana menjadikan revitalisasi Pasar Sentral sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali pusat ekonomi tradisional sekaligus meningkatkan daya saing daerah.