Pemprov Sulsel Genjot Proyek Jalan MYP, Jalur Rusak Mulai Mulus

Kondisi ruas jalan Aroepala yang sedang dalam pengerjaan oleh Pemprov Sulsel. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pelaksanaan program Multi Years Project (MYP) pada sejumlah ruas jalan strategis di berbagai daerah.
Percepatan pembangunan mulai terlihat di sejumlah jalur penghubung antarkabupaten yang selama ini menjadi akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi daerah.
Program yang dibiayai melalui APBD Sulsel itu menjadi bagian dari komitmen Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Sulawesi Selatan.
Pembangunan infrastruktur tersebut difokuskan untuk mendukung kelancaran distribusi logistik, hasil pertanian, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Sejumlah ruas yang dikerjakan diketahui merupakan jalur strategis yang menopang aktivitas harian warga dan arus barang antardaerah di Sulsel.

BACA JUGA:
Hadiri Peresmian Kopdes Merah Putih Prabowo, Andi Sudirman Dorong Percepatan di Sulsel

Berdasarkan progres terbaru, pelaksanaan MYP kini terbagi dalam lima paket pekerjaan yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Penanganan jalan meliputi pengaspalan, pembangunan bahu jalan, pemasangan drainase, hingga pengecoran beton di sejumlah titik prioritas.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengatakan percepatan proyek diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui konektivitas jalan yang lebih baik.
“Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi lebih baik, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Pada Paket 1, pekerjaan berlangsung di sejumlah ruas seperti Jalan Hertasning, Aroepala, Tun Abdul Razak, H.M Yasin Limpo, Burung-Burung–Bili-Bili hingga ruas Sungguminasa–Malino.
Selain pengaspalan, pekerjaan juga mencakup pengecoran beton, pemasangan drainase u-ditch, hingga pembangunan rigid beton pada sejumlah titik.
Penanganan turut dilakukan di ruas Batas Gowa–Tondong, Tanete–Tanaberu, serta Kalimporo–Sumalaya–Batas Sinjai.
Sementara pada Paket 2, pengerjaan difokuskan di ruas Panciro–Batas Kota Makassar, Batas Gowa–Galesong–Batas Pattallassang, hingga Palleko–Towata.
Pekerjaan juga berlangsung di ruas Batas Kota Makassar–Bontoramba dan ruas Barombong–Batas Kabupaten Takalar melalui pengaspalan dan pembangunan bahu jalan.
Untuk Paket 3, pengerjaan menyasar wilayah Sidrap dan sekitarnya, termasuk ruas Batas Kabupaten Sidrap–Malimpung, Pangkajene Sidrap–Rappang, serta ruas Batas Enrekang–Anabanua Dongi–Tantutedong.
Sedangkan pada Paket 4, proyek dikerjakan di ruas Doping–Atapange, Impa-Impa–Anabanua, dan ruas Batas Soppeng–Ulugalung.
Adapun Paket 5 difokuskan pada ruas Ujunglamuru–Palattae melalui pembangunan lapis pondasi agregat, bahu jalan, hingga pembangunan talud penahan tanah.
Pemprov Sulsel juga menegaskan seluruh pekerjaan harus tetap menjaga kualitas konstruksi dan ketepatan progres di lapangan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui percepatan program MYP tersebut, Pemprov Sulsel menargetkan konektivitas antarwilayah semakin kuat, distribusi logistik lebih efisien, dan pertumbuhan ekonomi daerah bergerak lebih merata di Sulawesi Selatan.