Ketua DPRD Maros Jagokan Belanda di Piala Dunia 2026

ILUSTRASI Ketua DPRD Maros, Muhammad Gemilang Pagessa. (ist)
menitindonesia, MAROS — Euforia menyambut Piala Dunia 2026 mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Maros. Menjelang kick off turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan berlangsung pada 11 Juni mendatang, dukungan terhadap tim-tim favorit mulai bermunculan.
Salah satu yang turut menunjukkan antusiasmenya adalah Ketua DPRD Kabupaten Maros, Muhammad Gemilang Pagessa. Politikus muda tersebut mengaku tetap setia mendukung Tim Nasional Belanda pada Piala Dunia 2026.
Menurut Gemilang, kecintaannya terhadap De Oranje bukanlah dukungan musiman. Ia mengaku telah menjagokan Belanda sejak kecil setiap kali ajang Piala Dunia maupun Piala Eropa digelar.
“Saya dari dulu suka Belanda. Sejak masih kecil, setiap ada Piala Dunia atau Euro, pasti saya menjagokan Belanda,” kata Gemilang, Senin (1/6/2026).
Ketua DPD PAN Maros itu mengatakan, salah satu alasan dirinya mengidolakan Belanda adalah filosofi permainan total football yang melekat kuat dalam sejarah sepak bola negeri kincir angin tersebut.
Menurutnya, gaya bermain yang mengandalkan kolektivitas, mobilitas tinggi, dan fleksibilitas pemain membuat setiap pertandingan Belanda selalu menarik untuk disaksikan.
“Filosofi sepak bola yang dianut Belanda, yaitu total football, sangat menggairahkan untuk ditonton. Itu yang membuat saya selalu menikmati permainan mereka,” ujarnya.
Selain gaya bermain, Gemilang juga menilai skuad Belanda saat ini memiliki kualitas yang cukup mumpuni untuk bersaing di level tertinggi. Ia menyoroti kekuatan lini pertahanan dan lini tengah yang dinilai menjadi modal penting bagi Belanda dalam menghadapi persaingan ketat di Piala Dunia 2026.
Saat ditanya soal pemain favorit, Gemilang menyebut semua pemain yang membela Belanda memiliki tempat tersendiri di hatinya. Namun, ada dua nama yang menurutnya paling berpengaruh dalam permainan De Oranje saat ini.
“Kalau pemain favorit tentu banyak, tapi yang paling saya suka sekarang Virgil van Dijk dan Frenkie de Jong. Keduanya punya peran penting dalam permainan Belanda,” katanya.
Meski demikian, Gemilang mengaku cukup menyayangkan tidak masuknya bek Matthijs de Ligt dalam skuad Belanda untuk turnamen kali ini.
“Sayangnya Matthijs de Ligt tidak dipanggil. Padahal dia salah satu pemain yang saya harapkan bisa memperkuat tim,” tambahnya.
Antusiasme Gemilang terhadap Piala Dunia 2026 tak berhenti pada dukungan semata. Ia mengaku berencana menggelar nonton bareng (nobar) bersama masyarakat Maros, khususnya saat Timnas Belanda menjalani pertandingan.
“Insyaallah kalau Belanda main, kita usahakan nobar bersama masyarakat,” tutupnya.
Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi paling besar dalam sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta dan digelar di tiga negara tuan rumah sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen tersebut diprediksi akan menyedot perhatian miliaran pasang mata dari seluruh dunia, termasuk para pencinta sepak bola di Kabupaten Maros.