Pembangunan Parepare Maju Pesat, Prof Farida Sebut Taufan Pawe Role Model Kepemimpinan

Prof Farida dalam acara dialog akhir tahun Pemkot Parepare. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Guru Besar Hukum Unversitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Farida Patittingi, SH, M.Hum menyebut, Wali Kota Parepare Taufan Pawe, sebagai role model sebuah kepemimpinan.
“Saya punya alasan, kemajuan kota Parepare sebelum dan setelah Taufan Pawe memimpin, sangat jauh perbedaanya. Kota Parepare saat ini salah satu daerah paling maju di Sulsel,” kata Prof Farida dalam Dialog Akhir Tahun 2021 yang digelar Pemkot Parepare, di Novotel Makassar, Kamis (23/12/2021), kemarin.
Lebih lanjut, Farida menambahkan, di matanya, Taufan Pawe merupakan role model kepemimpinan, karena telah nyata memajukan kota Parepare dengan visi industri tanpa cerobong asap.
“Ini tidak mengada-ada, kita bisa lihat penghargaan Taufan Pawe selama delapan tahun kepemimpinannya, sudah meraih 200 lebih penghargaan,” ucap Dekan Fakultas Hukum Unhas itu.
Selain itu, Prof Farida juga menjelaskan, kesuksesan Taufan Pawe dalam memimpin Kota Parepare tak lepas dari latar belakangnya sebagai profesional hukum. Sejak awal, kata dia, Taufan menerapkan tiga pondasi dasar penyelenggaraan pemerintahan yang baik, yaitu taat administrasi, taat asas dan taat anggaran.
“Taufan menerapkan prinsip good governance. Seluruh SKPD wajib menerapkan tiga ketaatan, ditambah dengan koordinasi para pengguna anggaran dengan konsultan dan tenaga ahli. Sehingga wajar selama beliau memimpin Kota Parepare mudah meraih WTP,” ungkapnya.
Calon Rektor Unhas ini, mengapresiasi permasalahan-permasalahan hukum yang ada di Pemkot Parepare bisa terselesaikan baik, khususnya pada aset-aset Pemkot Parepare.
“Alhamdulillah aset-aset Penkot Parepare sudah terselesaikan dengan baik dan rapi. Berbagai perjanjian-perjanjian yang ada sudah diaddendum kemudian menyesuaikan perjanjian yang telah disepakati,” katanya.
Dirinya juga turut mengapresiasi sinergitas yang telah dibangun Taufan Pawe. Dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat, Ketua Golkar Sulsel itu selalu melibatkan akademisi dan tokoh masyarakat.
“Kita tahu bahwa pak wali ini orangnya cerdas, tetapi masih saja beliau meminta peran kami. Kadang kita berfikir sebenarnya beliau lebih tau dari pada kami khsususnya bidang hukum. Tapi itu beliau selalu merendah dan penuh kehati-hatian,” pungkasnya. (andi esse)