Ketua Demokrat Soppeng: IAS Punya Harga Diri, Pasti Tak Akan Membiarkan AHY Diboikot di Bandara

Ketua DPC Partai Demokrat Soppeng, Haeruddin Tahang. (Foto: Ist)
menitindonesia, SOPPENG – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Soppeng, Haeruddin Tahang, menyampaikan sikapnya terhadap adanya issu yang mengatakan Ketua-Ketua DPC Partai Demokrat pendukung Ilham Arif Sirajuddin (IAS) pada Musda Demokrat Sulsel lalu, akan melakukan aksi memboikot kedatangan AHY di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros.
Dia menyebut dirinya salah satu pendukung IAS pada Muyawarah Daerah (Musda) ke IV Partai Demokrat Sulsel lalu, namun setelah IAS kalah di Musda dan pemenangnya adalah calon petahana, Ni’matullah Rahim Bone, maka Haeruddin Tahang bilang proses Musda sudah selesai dan semua pendukung IAS harus gentle dan lapang dada menerima kekalahannya.
“Semua rangkaian Musda sudah selesai, kita harus sama-sama mendukung Pak Ulla (panggilan Nimatullah) sebagai Ketua yang definitip. Kalau ada perbedaan, itu biasa saja, sudah selesai pasca adanya keputusan akhir dari DPP,” kata Haeruddin Tahang saat dikonfirmasi di Soppeng, Sabtu (14/5/2022).
Dia juga mengimbau kepada rekan-rekannya para Ketua-Ketua DPC Partai Demokrat, agar tidak larut dalam polemik yang kampungan dan terkesan frustrasi. Dia minta agar setelah selesai seluruh rangkaian Musda, semua kader menerima keputusan akhir Musda yang menetapkan Ni’matullah Rahim Bone sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel yang difinitif.
“Sekarang kita harus fokus pada konsolidasi partai setelah Pak Ulla kembali terpilih. Tidak ada lagi perasaan kalah dan menang. Karena sudah diputuskan oleh Tim 3 DPP, Pak Ulla adalah pemegang mandat ketua, yah harus didukung untuk mengkonsolidasi kembali partai ini,” ucapnya.
Terkait adanya oknum yang mengeluarkan ancaman memboikot kedatangan AHY di Bandara Sultan Hasanuddin untuk mengganggu jalannya pelantikan Ketua Demokrat Sulsel terpilih dan jajaran pengurus DPD, Haeruddin minta agar itu tidak ditanggapi secara berlebihan.
“Yah jangan ditanggapi, apalagi kalau mengklaim Ketua DPC pendukung IAS akan melakukannya, memboikot Ketum, oh itu tidak mungkin. Kami masih mencintai Ketua Umum kami dan mencintai Partai Demokrat,” tegasnya.
Haeruddin juga mengaku, dirinya tidak meyakini ada kader Partai Demokrat yang mau melakukan aksi pemboikotan atas kedatangan Ketua Umum Demokrat, AHY, di Makassar, nanti.
Dia bilang, sosok IAS adalah politisi yang sudah berpengalaman dalam berbagai dinamika politik di partai dan tentu memiliki harga diri, sehingga tidak mungkin menyuruh pendukungnya melakukan “politik hara kiri” dengan alasan kecewa karena kalah di Musda.
Anggota DPRD Soppeng tiga periode ini juga berharap, pasca Musda, IAS dan para pendukungnya di Partai Demokrat bersikap kesatria, tidak serta merta meninggalkan partai demokrat dan mencari kendaraan politik di partai lain.
“Kalau saya tidak akan bergeser, dan menerima semua hasil Musda. Sekarang tugas kita membantu Pak Ni’matullah mengkonsolidasi dan memenangkan setiap etape demokrasi ke depan. Kita harus fokus pada agenda, konsolidasi partai, verifikasi administrasi, rekruitmen Caleg, Pileg dan Pilpres serta Pilkada. Dinamika Musda jangan lagi menjadi ganjalan psikologis melakukan kerja-kerja politik,” pungkasnya. (roma)