Anggota DPRD Maros dari Partai Demokrat, Yusri Rasyid. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAROS – Anggota DPRD Kabupaten Maros dari Partai Demokrat, H Yusri Rasyid, menanggapi pernyataan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Maros, Amirullah Nur Saenong, yang mengancam akan memboikot kedatangan AHY ke Makassar di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, apabila AHY datang untuk melantik Pengurus DPD Partai Demokrat Provinis Sulawesi Selatan Periode 2022-2027, sebagai pernyataan yang bersifat pribadi.
Yusri mengatakan, dia sudah melakukan konfirmasi kepada Pengurus DPC Partai Demokrat Maros, bahwa mereka justru menyambut gembira keatangan AHY, bukan memboikot. Bahkan, kata dia, hampir semua kader Demokrat di Maros sejak awal mendukung keputusan Tim 3 DPP Partai Demokrat yang memilih calon petahana kembali Ni’matullah memimpin Demokrat Sulsel lima tahun ke depan.
“Kalau DPC Partai Demokrat Maros, sebenarnya sudah lama ‘mati suri’, pengurusnya sepertinya sudah tidak ada yang aktif, kantor DPC Partai Demokrat juga sudah tidak ada, tidak tahu berkantor di mana. Jadi tidak ada lagi yang bisa mengklaim dirinya sebagai Ketua DPC Demokrat Maros, karena secara de facto, sudah tak ada aktifitas partai lagi,” kata Yusri Rasyid.
Namun dia mengaku, sebagai Anggota DPRD Maros dari Partai Demokrat, dia merasa punya tanggungjawab moral menyelamatkan partai ini, sehingga dia mengkonfirmasi kepada sejumlah pengurus dan elite demokrat terkait adanya pernyataan Amirullah yang ingin memboikot AHY.
“Saya hubungi beberapa elit partai Demokrat di Maros, termasuk Akbar Endra. Saya tanya apakah dia tahu ada rencana Amirullah Nur memboikot AHY, ternyata dia juga tidak tahu. Malah Akbar bilang, tak usah ditanggapi, karena itu hanya bicara sensasional yang tidak mungkin dia lakukan,” kata Yusri Rasyid saat dikonfirmasi, Sabtu (14/5/2022).
Dia juga menegaskan, jika seandainya benar ada oknum yang mengatasnamakan dirinya kader Demokrat yang ingin memboikot kedatangan AHY, maka dia pastikan berhadapan dengan dirinya. Bahkan Yusri juga mengancam akan mengadukan ke Polisi pihak-pihak yang mau mengganggu kedatangan AHY.
“Itu saja, jangan coba-coba mengganggu kedatangan Ketua Umum kami, pasti Anda akan hadapi saya. Mau duel politik atau mau duel di ring tinju untuk latihan tinju juga boleh,” ucap Yusri.
Dia juga mengaku heran terhadap sikap Amirullah Nur, yang tiba-tiba nyerocos mengeluarkan pernyataan ingin memboikot AHY di Bandara, padahal dia masih sementara menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Maros, bahkan pernah menjadi Anggota DPRD Maros Periode 2014-2019.
“Saya hanya heran saja, sebenarnya saya tidak terlalu mengenal dia meskipun pernah sama-sama di DPRD Maros. Tetapi biasanya, kalau dia ngobrol di Warkop suaranya memang besar,” ujarnya.
Diketahui, dari beberapa media online, Amirullah Nur, meminta Ketua Umum Partai Demokrat, Agus harimurti Yudhoyono (AHY) membatalkan pelantikan Ni’matullah sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel pada tanggal 22 Mei mendatang.
Pada Musda Demokrat lalu, Amirullah menjadi ujung tombak Ilham Arief Sirajuddin (IAS) reborn di Partai Demokrat, dan berupaya keras menjegal Ni’matullah maju dalam Musda.
Namun Ni’matullah tetap melaju dan bahkan mendapat dukungan dari DPC melebihi 20 persen dan memenuhi syarat untuk dipilih oleh Tim 3 DPP. Setelah Ni’matullah memenangkan kontestasi di Musda, Amirullah Nur pun mengajukan permintaan agar Ni’matullah tidak dilantik.
Yusri Rasyid juga menyebutkan, pada Pileg 2019 lalu, Amirullah Nur teralienasi di Dapilnya, karena sangat sedikit yang memilihnya, sehingga Demokrat kehilangan kursi, meskipun saat itu Amirullah salah satu incumbent.
“Memang sejak Demokrat Maros dipimpin Amir ini, dua kali Pemilu, 2014 dan 2019, suara partai ini terus menurun. Dari 4 kursi menjadi 3 kursi lalu sisah 1 kursi. Jadi harap maklum,” pungkasnya. (roma)