FOTO: Airlangga Hartarto dan Hashim Djojohadikusumo, beda pendapat soal rencana naikkan rasio utang. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyikapi soal isu kalau presiden terpilih Prabowo Subianto akan menaikkan rasio utang menjadi 50 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut Airlangga, rasio utang pemerintah tetap dipatok sekitar 40 persen.
“Defisit di bawah 3 persen, dan terkait rasio utang pemerintah tetap 40 persen, kata Airlangga Hartarto,” Kamis (11/7/2024), kemarin.
Dia juga mengatakan, pernyataan adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, soal penambahan utang menjadi 50 persen itu, hanya sebatas wacana saja. Pemerintah, kata Airlangga, tetap fokus untuk mempertahankan rasio utang di bawah 40 persen.
“Sekarang kita tidak membahas wacana. Kita tetap konsentrasi di bawah 40 persen,” ujar Airlangga yang juga adalah Ketua Umum Partai Golkar itu.
Sebelumnya, Hashim melempar wacana, bahwa pemerintahan yang akan dipimpin kakaknya, kelak akan menaikkan rasio utang negara menjadi 50 persen, dari posisi saat ini 39 persen terhadap PDB.
Kebijakan ini, dilakukan untuk mendanai program belanja ambisius Prabowo, salah satunya, makan bergizi gratis. Kenaikan atas rasio itu akan ditopang peningkatan pendapatan pajak. “Tim Prabowo telah berkonsultasi dengan Bank Dunia. Idenya adalah untuk meningkatkan pendapatan dan tingkat utang,” ucap Hashim.