menitindonesia, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali melakukan perombakan di jajaran petinggi perusahaan pelat merah. Kali ini, giliran holding BUMN sektor pertambangan, MIND ID, yang mengalami perubahan kepemimpinan. Maroef Sjamsoeddin ditunjuk sebagai Direktur Utama MIND ID, menggantikan Hendi Prio Santoso yang telah menjabat sejak 29 Oktober 2021.
Pergantian ini dikonfirmasi oleh Corporate Secretary MIND ID, Heri Yusuf. Dia mengakui jika terjadi penggantian. Namun rilis resminya akan menyusul.
“Betul, sebentar lagi kita keluarkan rilis infonya,” ujar Heri saat dikonfirmasi pada Senin (3/3/2024), kemarin.
Maroef Sjamsoeddin: Dari Militer ke Dunia Korporasi
Maroef Sjamsoeddin bukan nama asing di dunia kepemimpinan strategis. Ia merupakan purnawirawan TNI Angkatan Udara yang berkarier selama lebih dari tiga dekade di militer. Lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1980 ini pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada periode 2011–2014.
Setelah pensiun dari militer, Maroef melanjutkan kiprahnya di sektor korporasi. Ia pernah dipercaya menjadi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia pada 2015–2016, menggantikan Rozik B. Soetjipto. Pengalamannya dalam dunia pertambangan dan intelijen dinilai menjadi modal kuat untuk memimpin MIND ID di tengah dinamika industri tambang yang terus berkembang.
Darah Militer yang Mengalir dalam Keluarga
Latar belakang Maroef sebagai seorang prajurit bukan hal yang mengejutkan, mengingat ia berasal dari keluarga tentara. Kakaknya, Sjafrie Sjamsoeddin, saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Sementara itu, ayahnya juga seorang tentara.
Sepanjang karier militernya, Maroef pernah memegang berbagai posisi strategis, di antaranya sebagai Komandan Skadron 465 Paskhas, Atase Pertahanan RI untuk Brasil, Direktur Kontra Separatis BIN, Sahli Hankam BIN, hingga Wakil Kepala BIN.
Dengan rekam jejaknya yang panjang dan beragam, Maroef Sjamsoeddin diharapkan mampu membawa MIND ID ke arah yang lebih kompetitif dan inovatif dalam menghadapi tantangan di sektor pertambangan. (akbar endra)