Pernyataan DP di video virtual rapat dengan NH, yang bocor ke publik itu, makin menarik perhatian kalangan akademisi. Mereka menyimak karakter politisi jelang hajatan Pilkada, 2020.
menitindonesia.com, MAKASSAR -Rekaman rapat via aplikasi zoom antara mantan wali kota Makassar, Danny Pomanto (DP) dengan Ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid, yang bocor semakin menarik perhatian publik.
Akademisi Universitas Tomakaka, Dr Tri Sulkarnain Ahmad mengungkap sejumlah hal menarik dalam rekaman itu. Salah satunya, menunjukkan dengan gamblang yang sebenarnya lebih tinggi hati itu adalah Danny Pomanto sendiri.
Dalam rekaman itu DP memang menuding sejumlah elite partai Nasdem Sulsel tinggi hati, reaktif, dan merasa sok berkuasa. Hal itu membuat DP merasa tidak nyaman dan sangat berharap bisa pisah dengan Nasdem di perhelatan pemilihan wali kota Makassar.
“Tanpa sadar, dalam rekaman itu, DP memamerkan karakternya sebenarnya yang juga tinggi hati,” tegas mantan Sekretaris Sapma PP Sulsel ini, Selasa 14 Juli 2020.
Pengurus DPP KNPI ini menuturkan, indikasi DP sosok tinggi hati itu terlihat dari beberapa komentarnya dalam video tersebut. Di antaranya, pernyataan bahwa “Emangnya saya ini bidak yang mau dimain-maini?”.
Selain itu, statemen DP yang menyebut “Selama ini saya yang membantu Nasdem, bukan Nasdem yang membantu saya. Kenapa terbalik-balik ini”.
Belum lagi, sambung Tri, tudingan DP yang menyebut Nasdem ingin memperalat dirinya. Dalam rekaman itu, DP memang berujar “Dia (Nasdem) ini ingin menjadikan kendaraan saya iye, baru saya sompoi (bpong-red) dan mereka nanti naik di sana dengan segala konstalasinya”.
“Jadi, kesimpulan saya, jika DP menuding dengan satu jari kepada elite Partai Nasdem Sulsel, sebenarnya empat jari lain DP itu menunjuk pada dirinya sendiri,” terang tokoh pemuda Tamalanrea ini. (Nabila-Rls)














