Suasana Ujian Promosi Doktor Marjan Massere di Kampus Unhas. (Bkr)
menitindonesia, MAKASSAR — Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Maros, Marjan Massere, resmi menyandang gelar doktor setelah menjalani sidang terbuka promosi doktor pada Program Studi Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (10/2/2026).
Marjan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan tercatat sebagai doktor pertama di lingkup DPRD Maros. Ia juga menjadi doktor ke-10 pada Bidang Ilmu Politik Unhas serta doktor ke-69.209 di Indonesia.
Gelar akademik tertinggi tersebut diraih Marjan usai mempertahankan disertasi berjudul “Proses Politik dalam Formulasi Kebijakan Pengembangan Kepemudaan dan Keolahragaan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros.”
Dalam disertasinya, ia menyoroti pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada generasi muda.
Usai sidang promosi, suasana haru mewarnai penyampaian sambutan Marjan. Ia tampak berkaca-kaca saat mengenang kedua orang tuanya, khususnya almarhum ibundanya, yang disebutnya menjadi sumber kekuatan selama menempuh pendidikan hingga meraih gelar doktor.
“Walaupun ibu sudah tiada, saya yakin beliau pasti bangga melihat saya hari ini. Semua perjuangan ini tidak lepas dari cinta dan doa orang tua,” ujar Marjan.
Ia juga mengenang didikan keras sang ayah yang membentuk karakter disiplin dan kejujuran sejak kecil. Salah satu pengalaman masa kecil yang ia ceritakan menjadi pelajaran hidup yang terus ia pegang hingga kini.
“Saya pernah mengambil mangga tua yang jatuh di kebun orang. Saat ditanya, saya jujur mengaku. Ayah saya langsung menegur keras dan menekankan bahwa kejujuran dan integritas tidak boleh ditawar,” tuturnya.
Menurut Marjan, didikan tersebut membentuk prinsip hidup yang ia terapkan dalam dunia akademik maupun politik.
Selain keluarga, Marjan menyebut Bupati Maros Chaidir Syam sebagai sosok yang berpengaruh dalam perjalanan politiknya. Ia mengaku banyak belajar nilai kepemimpinan dan kemanusiaan dari kepala daerah tersebut.
“Saya belajar memanusiakan manusia dari beliau. Itu pelajaran politik yang sangat berarti bagi saya,” katanya.
Marjan berharap capaian akademik ini dapat memperkuat kualitas kebijakan publik di Kabupaten Maros. Ia menilai pendekatan akademik penting agar kebijakan daerah memiliki dasar kajian ilmiah serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
“Gelar ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal tanggung jawab yang lebih besar untuk memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Maros,” tutupnya.