Prabowo Buka Puasa Bareng Ulama di Istana, Bahas Geopolitik Global hingga Kondisi Dunia Islam

Presiden PRabowo saat memberikan sambutan di acara silaturahmi tokoh agama di Istana. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan para kiai, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3). Pertemuan tersebut diawali dengan kegiatan berbuka puasa bersama.
Dalam unggahan di akun Instagram resminya @prabowo, Presiden membagikan momen kebersamaan saat berbuka puasa di meja bundar bersama Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Anwar Iskandar.
“Berbuka puasa bersama Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Anwar Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2025),” tulis Prabowo dalam unggahannya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat berbuka puasa kepada umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk berdiskusi dan bertukar pandangan terkait berbagai isu strategis, termasuk dinamika geopolitik global yang saat ini menjadi perhatian dunia.

BACA JUGA:
Prabowo Pimpin Pemakaman Kenegaraan Try Sutrisno di TMP Kalibata

Sebanyak 121 pemimpin umat yang terdiri atas ulama dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam pertemuan yang berlangsung di halaman tengah Istana Merdeka.
Melalui pertemuan ini, Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga komunikasi serta mempererat hubungan dengan para ulama dan pimpinan organisasi keagamaan.
Selain itu, bulan suci Ramadan 1447 Hijriah disebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ustaz Muhammad Subki Al-Bughury mengapresiasi kemampuan komunikasi Presiden Prabowo saat menyampaikan pandangannya dalam pertemuan tersebut.
Menurut Subki, Prabowo mampu memaparkan berbagai isu nasional maupun global secara panjang, runtut, dan menarik dalam suasana diskusi yang hangat.
“Saya pikir kemampuan public speaking beliau luar biasa. Penyampaiannya panjang dan sangat menarik untuk didengarkan,” ujar Subki.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut para ulama dan tokoh masyarakat lebih banyak mendengarkan paparan Presiden. Situasi itu menjadi pengalaman berbeda bagi para penceramah yang biasanya menyampaikan ceramah di hadapan publik.
“Kami para penceramah biasanya yang berbicara, tapi kali ini gantian kami yang diminta untuk mendengarkan,” katanya.
Subki menambahkan, Prabowo mampu menjelaskan berbagai isu secara jelas sehingga para tamu undangan dapat mengikuti jalannya diskusi dengan antusias.
Acara silaturahmi tersebut berlangsung cukup lama, yakni sekitar empat jam, namun suasana diskusi tetap terasa hidup hingga akhir pertemuan.
“Sebetulnya sangat menarik sekali. Kalau sampai sahur pun rasanya kami masih kuat mengikuti, hanya saja kami harus kembali untuk siaran karena ada program yang berjalan secara langsung,” ujarnya.
Menurut Subki, pertemuan yang dihadiri para kiai, ulama, dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam dari berbagai daerah itu menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi antara pemerintah dan para pemimpin umat.
Ia juga menyebut Prabowo berpesan agar masyarakat tidak terburu-buru berpolemik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
“Kita juga peduli dengan kondisi negara dan dunia Islam. Dan sepertinya beliau juga berpesan supaya kita jangan ribut dulu dengan keputusan yang diambil Presiden,” tutupnya.