Suasana Reses Anggota DPRD Maros, Yusuf Sarro. (ist)
menitindonesia, MAROS – Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Maros masih menjadi perhatian serius. Tercatat sebanyak 8.295 orang belum memiliki pekerjaan, didominasi kelompok usia produktif.
Anggota DPRD Maros, Muhammad Yusuf Sarro, menilai program pelatihan kerja yang dijalankan pemerintah daerah perlu dievaluasi secara menyeluruh agar lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan dunia usaha.
“Program pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Jangan sampai keterampilan yang diberikan tidak relevan dengan kebutuhan industri,” tegasnya, Senin (23/2/2026)
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi peserta pelatihan, khususnya bagi mereka yang ingin membuka usaha mandiri.
“Pendampingan pascapelatihan sangat penting agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti begitu saja, tapi bisa dikembangkan menjadi usaha produktif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maros, Andi Patiroi, mengungkapkan pengangguran di Maros didominasi laki-laki sebanyak 5.429 orang, sedangkan perempuan 2.866 orang.
Menurutnya, mayoritas pengangguran berasal dari lulusan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi.
“Kelompok usia produktif mendominasi angka pengangguran, dengan latar belakang pendidikan yang beragam,” ujarnya.
Untuk menekan angka tersebut, pemerintah daerah telah menggelar berbagai pelatihan berbasis kompetensi. Program itu meliputi pelatihan menjahit, komputer, kewirausahaan, desain grafis, servis sepeda motor, pengelasan, hingga pembuatan roti.
“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta agar siap bersaing di dunia kerja,” jelas Patiroi.
Ia menambahkan, tingginya angka pengangguran juga dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Selain pelatihan, Disnakertrans Maros juga aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan dan industri, termasuk melalui pelaksanaan job fair guna memperluas akses kerja bagi masyarakat.
“Kami terus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan agar peluang kerja semakin terbuka,” tutupnya.