Bunda PAUD Makassar Dorong Penguatan PAUD Inklusif, Semua Anak Harus Punya Hak yang Sama

Bunda Paud Makassar, Melinda Aksa saat membuka kegiatan pendampingan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak bertema parenting pada satuan PAUD inklusif di Hotel Vasaka Makassar, Selasa (28/4/2026).
menitindonesia, MAKASSAR – Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup anak sejak usia dini.
Hal itu disampaikan Melinda saat membuka kegiatan pendampingan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak bertema parenting pada satuan PAUD inklusif di Hotel Vasaka Makassar, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan tersebut digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar bekerja sama dengan Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dan diikuti kepala sekolah serta para pendidik PAUD se-Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Melinda menekankan pendidikan anak usia dini menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas.
“Pada fase ini, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat serta lingkungan yang mendukung,” ujar Melinda.

BACA JUGA:
Tinjau Kecamatan Mamajang, Melinda Aksa Dorong PKK Wujudkan Makassar Zero Waste 2027

Ia menjelaskan peran orang tua, pendidik, dan lingkungan sekitar sangat menentukan dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Menurutnya, konsep PAUD inklusif bukan sekadar menerima keberagaman anak, tetapi memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar tanpa diskriminasi.
“PAUD inklusif bukan sekadar menerima keberagaman anak, tetapi memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang tanpa diskriminasi,” katanya.
Melinda menambahkan komitmen terhadap masa depan anak sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar yakni “Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan”.
Ia menyebut penguatan akses pelayanan dan perlindungan bagi perempuan, anak, serta penyandang disabilitas menjadi dasar penting dalam pengembangan PAUD inklusif di Kota Makassar.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para orang tua dan pendidik dapat semakin memahami pentingnya pola pengasuhan atau parenting yang positif, penuh kasih sayang, serta responsif terhadap kebutuhan anak,” ujarnya.
Melinda juga memberikan apresiasi kepada para guru PAUD dan tenaga kependidikan yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Sementara itu, Kepala DP3A Kota Makassar, Ita Anwar, mengatakan penyusunan konsep parenting pada satuan PAUD inklusif sangat penting agar orang tua dan pendidik memiliki pemahaman yang tepat dalam mendampingi anak tanpa diskriminasi.
“Pemerintah Kota Makassar melalui DP3A terus berupaya menghadirkan program yang mendukung peningkatan kualitas hidup anak, termasuk melalui kegiatan pendampingan dan pengembangan lembaga layanan anak,” kata Ita.
Dalam kesempatan tersebut, Ita turut menyerahkan setangkai bunga mawar kepada Bunda PAUD Kota Makassar dan para peserta sebagai simbol semangat perjuangan perempuan yang terinspirasi dari sosok R.A. Kartini.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari kalangan psikolog, yakni Eva Meizara Puspita Dewi yang membawakan materi tentang pembangunan ekosistem parenting inklusif di PAUD, serta Zaenab Pontoh yang memaparkan strategi praktis penanganan anak berkebutuhan khusus melalui kolaborasi guru dan orang tua.
Melalui pemaparan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai contoh kasus dan metode penanganan yang dapat diterapkan langsung di lingkungan PAUD inklusif guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kota Makassar.