Ketua PKK Makassar Tekankan Pentingnya Pra-Sekolah, Transisi PAUD ke SD Harus Menyenangkan

Ketua Tim PKK Makassar, Melinda Aksa saat membuka kegiatan Sosialisasi Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan di Ballroom Alamanda Hotel Aryaduta Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya pendidikan pra-sekolah sebagai fondasi utama sebelum anak memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).
Hal itu disampaikan Melinda saat membuka kegiatan Sosialisasi Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan di Ballroom Alamanda Hotel Aryaduta Makassar, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 13 Mei 2026 itu mengusung tema “Fondasi Kokoh, Sekolah Hebat: Satu Tahun Pra-TK untuk Masa Depan”.
Dalam sambutannya, Melinda menekankan bahwa satu tahun pra-sekolah bukan sekadar formalitas pendidikan, tetapi menjadi fase penting dalam membangun kesiapan belajar anak sejak usia dini.
“Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman belajar di pra-sekolah sebelum masuk SD. Ini bukan hanya tentang kemampuan akademik, tetapi bagaimana anak siap secara emosional, sosial, dan mental,” ujarnya.

BACA JUGA:
Goes to School Dimulai, TP PKK Makassar Dorong Budaya Pilah Sampah di Sekolah

Menurut Melinda, enam tahun pertama kehidupan anak merupakan masa golden age atau periode emas perkembangan otak yang berlangsung sangat pesat.
Pada fase tersebut, perkembangan motorik, bahasa, kognitif hingga kemampuan sosial anak tumbuh signifikan dan membutuhkan stimulasi yang tepat.
Karena itu, ia menilai guru memiliki peran penting dalam memahami tahapan perkembangan setiap anak. Pendekatan pembelajaran, kata dia, tidak bisa disamaratakan karena setiap anak memiliki karakter dan potensi berbeda.
Melinda juga membagikan pengalaman penerapan metode pembelajaran berbasis sentra yang diterapkan di lingkungan pendidikan Bosowa, seperti sentra balok, seni, alam hingga agama.
Metode tersebut dinilai mampu merangsang rasa ingin tahu dan minat belajar anak secara alami melalui aktivitas yang menyenangkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan kebijakan transisi PAUD ke SD saat ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang menitikberatkan pada terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak.
Menurutnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momentum penting untuk membangun pengalaman belajar pertama yang positif bagi peserta didik baru.
“Keberhasilan transisi pendidikan membutuhkan sinergi antara siswa, guru, dan orang tua. Yang ingin dibangun adalah kesiapan sosial, emosional, dan karakter anak,” kata Achi.
Ia menambahkan sekolah diharapkan mulai melakukan asesmen awal terhadap peserta didik untuk memetakan kebutuhan dan potensi masing-masing anak.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber H Kasman Mappa menjelaskan bahwa proses transisi PAUD ke SD sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar dan sikap positif anak terhadap pendidikan.
Menurutnya, perpindahan dari PAUD ke SD bukan hanya soal perubahan jenjang pendidikan, tetapi juga proses penyesuaian diri terhadap lingkungan dan budaya belajar baru.
Karena itu, proses transisi perlu dipersiapkan secara matang agar anak tidak mengalami tekanan saat memasuki pendidikan dasar.
Sementara itu, Kabid PAUD dan PNF Kota Makassar, Yasmain Gasba, memaparkan implementasi program Wajib Belajar Satu Tahun Pra-Sekolah melalui tiga strategi utama, yakni penguatan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas hingga wilayah terpencil, serta penguatan aspek kesejahteraan.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Pokja Bunda PAUD Titin Florentina, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, para Bunda PAUD kecamatan, kepala sekolah SD, guru kelas satu SD, hingga orang tua murid.