Dilantik Jadi Ketua Hanura Maros, Mahmud Alka’ni Bidik Tiga Kursi di DPRD

Legislator Maros, Mahmud Al Ka'ni saat dilantik menjadi ketua Partai HANURA Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS – Tongkat estafet kepemimpinan DPC Partai Hanura Maros resmi berganti. Mahmud Al Ka’ani kini menakhodai Hanura Maros periode 2025–2030 menggantikan Rusli Rasyid.
Pelantikan dilakukan Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Mappanyukki di The Clove Cafe, Maros, Jumat (15/5/2026).
Dalam arahannya, Andi Muhammad Mappanyukki meminta seluruh kader Hanura aktif turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi warga.
“Banyak pola pendekatan kepada masyarakat yang berkaitan dengan program pembangunan daerah. Karena itu saya perintahkan seluruh kader Hanura turun ke akar rumput menjemput aspirasi,” katanya.

BACA JUGA:
DPRD Maros Desak Polisi Segera Tangkap DPO Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes

Ia menegaskan partai politik harus hadir sebagai wadah perjuangan rakyat, bukan hanya aktif saat momentum pemilu.
“Tujuan partai politik pada dasarnya untuk mensejahterakan rakyat,” ujarnya.
Usai dilantik, Mahmud langsung tancap gas. Anggota DPRD Maros itu membeberkan agenda awal kepemimpinannya, salah satunya menyusun struktur kepengurusan baru DPC Hanura Maros dalam waktu 15 hari.
Mahmud memastikan kepengurusan baru nantinya akan didominasi generasi muda sebagai bentuk regenerasi partai.
“Akan ada 70 persen anak muda,” katanya.
Tak hanya itu, Mahmud juga memasang target ambisius untuk mengembalikan kejayaan Hanura di parlemen. Saat ini Hanura hanya memiliki satu kursi di DPRD Maros, merosot tajam dibanding periode sebelumnya yang berhasil meraih empat kursi.
Mahmud menargetkan Hanura kembali membentuk satu fraksi di DPRD Maros pada Pemilu mendatang.
“Targetnya seluruh dapil terisi dan minimal terbentuk satu fraksi atau tiga kursi di DPRD,” tuturnya.
Di balik perjalanan politiknya, Mahmud mengaku banyak terinspirasi sosok almarhum mertuanya, Haji Raga. Ia menyebut almarhum sebagai figur panutan yang berpengaruh besar dalam perjalanan politiknya.
Menurut Mahmud, Haji Raga dikenal sebagai tokoh politik lokal yang dekat dengan masyarakat dan memiliki gaya politik sederhana namun menyentuh kebutuhan warga.
“Beliau adalah panutan dalam karier saya selama dua tahun ini,” ujarnya.
Mahmud berharap nilai dan pengalaman yang diwariskan almarhum mertuanya bisa menjadi bekal untuk membawa Hanura kembali diperhitungkan dalam peta politik Kabupaten Maros.